Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

Pengalaman Menggunakan Laparoskopi pada Kasus Usus Buntu Kronik

Gambar
Sebenernya, Nis merasakan nyeri di area perut dekat pinggang sebelah kanan sejak 3 tahun yang lalu. Tapi memasuki akhir febuari 2018, Nis merasa nyerinya makin sering dan lama. Hal ini bikin mood naik turun dan was-was terus :( apalagi klo momennya pas jauh dari rumah atau lagi sama anak-anak. Ganggu banget. Yang ditakutin sama banyak pasien penderita usus buntu adalah pecahnya usus buntu. weleh, kalau udah gitu, nyawa taruhannya. dan harus laparatomi eksploration. oprasinya "buka perut" :(



Akhirnya, Nis mutusin buat perika ke Dokter penyakit dalam disebuah Rumah sakit swasta, beliau mengatakan Nis menderita usus buntu kronis dan harus oprasi secepat mungkin (harus masuk rumah sakit saat itu juga dan diperiksa oleh dokter spesialis bedah digestive). Nis tau, Nis menderita usus buntu. Tapi Nis mau penegakan diagnosa yang dilengkapi dengan pemeriksaan penunjang. Bukan apa-apa, ini urusannya sama oprasi yang buat sebagian orang perkaranya sama kayak hidup dan mati (cemen ya, p…

Walau Tanpa Bapak

Gambar
Walau tulang punggung pergi,
Tidak dibiarkannya kami mengais makan dijalan. karena tak pernah surut kerja keras pencari nafkah halal kami

Walau tulang punggung hilang,
Tidak ijinkannya kami fakir ilmu dan papa keahlian

Walau tulang punggung tak ada lagi,
Kaki kami mampu memiliki daya jelajah yang luas, menjadi tamu dibelahan bumi lain. Bukan babu

Walau tulang pergi berpaling,
Kami tidak sampai menjual tenaga untuk sekedar menyambung hidup. tidak berlebih, namun layak

Walau tanpa Bapak,
Kami sanggup menjadi manusia berdaya yang memanusiakan manusia lain

Seperti doa yang selalu terbisikan pada bumi hingga menembus laiful mahfuz teruntuk kami manusia-manusia beruntung mu, Mama.

Allah, terimakasih sudah memberikan kami sosok Mama seperti mama ku. Entah apa jadinya kami, jika Mama kami bukan Perempuan tangguh dan cerdas seperti Mama

...Galau tengah malam abis nonton mata najwa

nasib mamah muda

"Maaah, kita main ke SMA-nya temen ku yuk sambil jalan. Kemarin aku kesana, keren deh sekolahnya" ajak anak gadis yang dikabulkan Mamanya...

Ditemani marketingnya, mama beserta peminat yang lain diajak berkeliling sekolah sambil dijelaskan tentang sarana dan prasarana sekolah, kurikulum pendidikan, keunggulan serta berapa alumni mereka yang bisa masuk ke PTN. sedangkan si gadis lebih memilih duduk manis liat-liat koleksi piala sekolah sambil terkagum-kagum. Setelah selesai berkeliling, Mama disamperin seorang pria goodlooking, mungkin 20 an usianya. Dia bertanya bagaimana pendapat si mama (yang dibahasakannya dengan kamu) tentang sekolah ini. Terjadilah diskusi antar keduanya yang kemudian dia memperkenalkan namanya, statusnya sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi bonafid di Singapore - sudah dari SMA sekolah disana dan lagi dimintain tolong Mamanya buat cari info sekaligus beli form buat adik laki-lakinya yang sekarang siap masuk ke SMA. mereka hanya dua bersaud…

Kisah Nyata PELAKOR ; Silahkan Ambil Bapak Ku !

Isu pelakor lagi rame ya, jadi pengen nulis tentang TERONG. konon kata ya, pelakor udah ada dari jaman sebelum para monyet ngerayain lebaranan. bedanya, jaman beheula, pada tau diri dan kagak ngelunjak minta di nyonyahin !

Terong ini dulunya laki berdarah biru sumatra, bapaknya keturunan arab dan ibunya asli tiongkok -bayangin rupanya kayak apa ? Ngaji pinter, usia belasan udah punya gelar Haji sekalian nuntut ilmu agama ama syekh di Saudi kolega Bokapnya, tahun 60 an akhir udah make yelow jacket, boilnya keluaran terbaru, sebagai anak saudagar duit tinggal minta ke bonyok, otak encer - walau pendiam dia gila pesta, konon klo liburan jalannya ke luar negri ngikut rombongan pesiar dagang bapaknya. Pulangnya bawa buku teks asli. Buku favoritnya adalah filsafat, sejarah, politik dan ekonomi. Setamat kuLiah, karirnya moncer disalah satu Kementrian.

Walau donjuan, pilihan hatinya jatuh kepada perempuan yang tergolong biasa. Bukan perempuan pesolek yang berasal dari kalangan hedon. Perempu…

Sawang Sinawange Urip

Gambar
Hari ini, Nis memaknai dua nasehat berharga dari seorang teman dan nasehat Mama. Seorang teman  pernah mengatakan bahwa "urip sawang sinawang" sedangkan dari Mama "Duwe ora duwe meneng. susah seneng disukuri. Aja dikandah-kandah aken ning batur"

Dalam perjalanan pulang antar dd CFD tadi, Nis ketemu sama seorang teman - dulu kami pernah bertetangga. Seorang perempuan berhijab yang skr udah jadi ibu dari 3 anak perempuan dan 1 anak laki-laki Yang masih kecil-kecil Dalam 11 tahun pernikahannya yang tak pernah surut dari konflik. Pemilik toko atk dan foto copy yang lumayan omsetnya. Nis mengajaknya kerumah saat tangisnya mulai pecah ditengah keramaian. Memberinya ruang untuk mencurahkan hatinya lebih dalam. Urusan ekonomi mertua dan adik ipar pemicunya. Dia sempat cerai dengan suaminya kemudian rujuk. Tapi keadaan tidak juga membaik.

Suaminya, anak pertama dari 8 bersaudara. Didalam etnisnya, ketika Bapak kembali ke rumah Tuhan, putra sulung tertualah penggantinya. Di…

Laki miskin tak tahu diri (cerita)

Tersebutlah kemangi dan timun. pasangan muda mudi yg terpaut usia 12 th ini pernah punya "cerita". Timun waktu itu berusia 30-an jatuh hati dg kemangi yang masih belasan. Timun ini mantan anak orang kaya - yg gaya, sikap dan ucapannya masih diatas sana. Bapaknya seorang pejabat teras pemda pada masanya. Diperkampungan sekitaran pinggir kali item, keluarganya lumayan terpandang. Walau hanya lulusan SMA dan pengangguran, tapi kontrakan bisa mensejahterakan hidupnya sebagai bujang. Sedang kemangi, anak SMA belasan yang masih suka senang-senang, putri seorang janda pedagang kecil yang hidup di rumah petakan kecil yang tiap bulan ditagih uang sewa oleh si empunya.
Suara-suara sumbang bermunculan menentang cerita cinta mereka. dari keluarga timun, terutama. yang membuat sakit hati ibu kemangi. "wis nduk, isih enom. Sekolah ae sing bener. De'e wis ono umur, ojo diseriusno"

Waktu berlalu. Timun tetap menjaga hub baik dengan kemangi. Dia merantau ke pesisir jawa. Keman…

Pluralisme di Vihara Boen Tek Bio Tanggerang

"Maaf, saya mau shalat" ucap saya 20 menit setelah azan magrib

"Oh iya, silahkan bu, kami sudah menyiapkan ruangan. Wudhunya sebelah sini" Ucapnya sambil menunjukan toilet dengan kran air bersih yang layak

Terimakasih teman-teman Vihara Boen tek bio - Kota Tanggerang, sore yang teduh :)

Dhamma Class 250218

Menanamkan Pluralisme pada anak

Gambar
Diskusi dimeja makan pagi ini bersama anak-anak adalah mengenai Pancasila dan Atthangasila pada agama Buddha yang di kuatkan oleh kakak bahwa dalam agama Khatolik dan Protestan juga ada hukum dasasila dan Mas mengatakan bahwa islam mengaturnya dengan lebih Detail. sedang dd duduk manis mendengarkan sambil melahap pisang gorengnya.

Kami sepakat, bahwa semua agama mengajarkan kebaikan. Jika demikian, maka, tidak boleh ada satu ummat agamapun yg berhak mengklaim diri / ajaranya yang paling benar dan memaksa orang lain memeluk agama kepercayaannya. Apalagi dengan cara radikal.

Bekasi, di pagi yang basah


yang beda, bukan cuma buat dimusuhin doank !

rasanya terlalu mainstrem, klo Berdakwah untuk sesama atau mengajarkan sesuatu ke orang yang sebenernya udah tau. Terus mengklaim dirinya paling suci dan paling bener.

Pernah nyoba enggak, elu deket sama orang yang enggak sekufu, sampe dia berani menyampaikan Pemikiran dan ketidaksepahamannya sama ajaran lu, Ajaran yang seumur hidup lu yakini benar dan rahmatan lil alamin...

contohnya gini ya...

"eh nis, gue enggak ngerti deh sama konsep laki yg abs ngebom - mencelakai orang, terus dapet bidadari dalem agama lu ?"

"Nis, elu kan islam ya. Katanya diajaran lu boleh punya bini ampe 4. emang lu mau dimadu ama laki lu ?"

dalam posisi ini, lu mau ngaku punya ilmu agama seluas samudrapun, kudu ati-ati banget jawabnya. Dan ini tantangan sekaligus dakwah yang sesungguhnya, menurut gue.

Jadi, itu orang yang beda bukan cuma buat dimusuhin aja urusannya....