Postingan

Duit di tangan orang, jangan dihitung apalagi diharap!!!

"Duit di tangan orang, jangan dihitung apalagi diharap!!!"
"Maaaa, Nis mau beli buku" kata nisa suatu hari di tahun 90-an. 
"Tanggung bulan, Nis. Bisa nunggu tanggal muda enggak ?" Tanya Mama
Nis diam. 
"Ya udah, Nanti Mama nagih dulu ya" kata mama menenangkan. 
Mamaku janda. Janda tangguh yang menghidupinya ketiga anak perempuannya dengan dagang kertas, buka percetakan. Nagih berarti mendatangi orang yang punya hutang dagangan. Nagih ini semacam gembling, enggak selalu dapat. Apalagi kolega mama sebagian besar orang-orang kantor pemerintahan. Bisa jadi yang empunya utang sedang dinas ke luar negri, ke luar kota, cuti atau enggak punya duit. Klo enggak dapat nagih uang dagangan, alternatif lain adalah nagih uang kontrakan. 
Iya, Mama punya petakan rumah sewa di bilangan pusat dan barat Jakarta. Asetnya itu bukan hasil warisan. Waktu kami masih kecil-kecil, Mama lebih banyak berpuasa. Mama tidak banyak membeli baju dan aksesoris seperti ibu-ibu lainnya…

Sedekah

Sedekah  Sebagai anak singel parent, kadang, nis enggak habis pikir bagaimana mama bisa punya uang menyekolahkan dan mencukupi semua kebutuhan tiga anak perempuannya, seorang diri.  Nis pernah tanya, dengan mata menerawang, Mama jawab "Allah maha baik, mama dapat di luar hitungan matematis"
Walau tidak berlebihan, tapi mama dapat mensejajarkan kami dengan anak-anak lain. Kami dapat sekolah di sekolah terbaik negri ini, mengakses buku, mendapat gizi yang cukup dan hidup yang layak. 
Nis ingat satu kebiasaan mama yang selalu memberi, tanpa mengeluh. Memberi setiap pengamen, pengemis yang mendatanginya. Mama selalu menyiapkan uang receh ditasnya. Baik dalam bentuk logam maupun uang kertas. Tanpa risih mama memberikan uang kecilnya, tak peduli berapapun banyaknya mereka. Seperti yang kita tau, satu diberi mereka akan memanggil teman-temannya yang lain. Kadang dengan alat musik yang sama, hanya beda orang. Pengemis itu, datang dari jauh, acapkali hanya mendatangi tempat Mama berada. …

Uang masjid

Suatu malam, rumah kami kedatangan seorang teman mama- beliau pengurus masjid tidak jauh dari rumah. Dari obrolan yang nis curi dengar, mama ditawari memegang bendahara masjid sekaligus membuat laporan keuangan. Mama ahli dalam hal ini, mama seorang akuntan yang lari berdagang. 
Jaman itu, pengurus masjid menjadi profesi yang memiliki status sosial khusus di masyarakat. prediksiku, mama akan menerima tawaran itu. Terlebih yang datang adalah orang terpandang. Tapi mama menolaknya dengan halus. "Ibu kan dagang, uang ini bisa jadi modal. tambah-tambah dagangan ibu biar banyakan. Laporan masjid cuma berdasarkan jumlah saldo yang tercetak di buku tabungan. ATM kan ibu yang pegang" ucap beliau mencoba menawar. Mama tetap pada pendiriannya. Aku kecewa mendengarnya. 
Setelah tamunya pamit, nis dekati Mama yang duduk diam di teras. Matanya menerawang. Tanpa ditanya, mama bilang "Kalian masih kecil. Masih banyak kebutuhan. Mama takut khilaf pegang uang orang. Apalagi itu uang ummat…

Uang masuk SMP Global Prestasi Bekasi (Junior High School) 2021-2022

Gambar
Enggak terasa, Bayinya Mama yang lahir Maret 2009 sekarang udah kelas 6 dan udah harus daftar ke SMP di Agustus ini. Klo ditanya maunya SMP di mana, Nis dan Fathan belum satu suara. Nis maunya coba di Kanisius (karena kanisius mengijinkan siswanya untuk shalat jumat tanpa ribet sama absensi-beda sama Penabur) dan Fathan maunya di Global Prestasi lagi. Well, Fathan nyaman banget kayaknya di GPS. Ya udahlah, ikutin anaknya aja. Toh dia yang mau sekolah, apalagi pandemi gini. jadi terbatas geraknya mau cari-cari sekolah. 
Global Prestasi menyediakan tour sekolah virtual. Jadi memudahkan orangtua yang mau survey sekolah ditengah ancaman corona virus ini. Walau Fathan SD nya di GPS juga, tapi sesi ini penting banget buat diikuti. Supaya nis tau, kenapa harus memilih GPS buat sekolah anak. GPS selain dekat rumah, sebagai orangtua, nis suka suasana sekolahnya. Enggak banyak yang punya kelas memasak di sekolah dan cara GPS mengkoordinir belajar onlinenya bagus banget. Enggak stres jadi orangtu…

Yang pernah berlalu

Sebut saja Kenanga, perempuan yang berada di tanah sebrang untuk menggapai mimpinya. mimpi yang terlalu tinggi untuk seorang anak janda yang mengais nafkah halal dari hasil kuli. Kenanga belajar untuk dapat memutus mata rantai kemiskinan.  Uang bulanan yang dikirim Ibunya terlalu jauh untuk dikatakan cukup, datangnyapun tidak menentu. Tapi Kenanga tidak sampai hati untuk protes. Dia tau, uang yang sampai pada tangannya merupakan hasil Ibunya memeras keringat dan tenaga. Kenanga bersyukur sambil mencari cara agar bisa bertahan hidup. Kenanga tinggal di pesantren supaya bisa dapat tempat tinggal dan makan gratis, walau dia harus berbagi kamar asrama dengan anak-anak santri dan mengajar mata pelajaran eksak. Sesekali Kenanga menulis cerpen dan puisi untuk majalah dan koran lokal. Honornya tidak banyak dan lama turunnya, tapi cukup untuk membeli bubur kacang hijau kesukaannya. Saat libur kuliah, Kenanga tidak pernah pulang. Mengikuti semester pendek (SP) adalah pilihannya. 
Suatu hari menje…

LDR Rumah Ibadah

Antara adzan yng berkumandang dan lonceng yang berdentang Antara kiblat yang tentukan arah pulang dan salin yang membuatmu tenang Antara manisnya syahadat dan dasyatnya syafaat Antara hitungan tasbih dan kalungan rosario Aku percaya bahwa sujudku dan genggaman tanganmu ajan bertemu pada amin yang sama...
Suatu senja yang penuh harap

Perempuan

Entah siapa penulis Aslinya,  yang pasti tulisan ini...aku suka 😊
Jadi perempuan harus siap dengan posisi serba salah.🥀
Perempuan dituntut untuk memeluk kekurangan dan aib keluarga.
Perempuan dituntut sholehah, cerdas dan selalu menarik.
Perempuan dituntut sempurna menjadi bidadari suami dan madrasah pertama keturunannya.
Sepertinya semua hal tersebut masuk akal berlaku ideal bila suami pun telah sempurna tahu dan faham menempatkan dirinya.
Ketika laki-laki telah absolut mumpuni sebagai imam, pembimbing dan kepala keluarga yang bertanggung jawab.
Tidak hanya bertanggung jawab soal materi, tapi juga soal religi, psikologi, emosional dan fasilitas seluruh anggota keluarga.
Sering kah dengar dan melihat perempuan sakit jiwanya?
Tubuh nampak sehat tapi jelas nampak ada tidak kestabilan psikologis dan emosional??
Atau akhlaknya menyejukkan tapi fisiknya ringkih sakit-sakitan?? Sering ya
Perempuan Kalau berkoar kesengsaraan di umum, dikata tak pandai jaga rahasia.
Kalau dipendam, lama-lama jadi gila.
Lal…