Postingan

Perbuatan kamu akan balik ke kamu lagi

Jam 5 sore, anak lelaki kelas 6 SD itu pamit hendak berkeliling komplek naik sepeda. hingga menjelang magrib, tidak juga kembali. Ibunya gelisah menunggu di teras sejak tadi. Anak sulung menenangkan ibunya, "sebentar lagi dia pulang kok, ma. Mama masuk aja. banyak nyamuk. Biar kakak yang nunggu" Ibunya manut. 
Tidak lama kemudian, tepat setelah azan magrib bell berbunyi. Kakak membuka gerbang. Dia melihat adiknya menumpang motor, sepertinya habis nangis. sementara sepedanya dituntun seorang bapak paruh baya. menurut keterangan bapak tsb, mereka menemukan adiknya duduk di pinggir jalan sambil menangis tidak jauh dari sepedanya. katanya dia jatuh. segera kakak memanggil Mamanya. 
"Kamu Tiara ?" Tanya perempuan sepeda motor yang mengantar adiknya
"Iya, siapa ya ?" Tanya kakak
"Kamu pasti enggak kenal aku" jawab pengendara
"Terimakasih sudah antar adik aku, Mama aku panik nungguin dia dari tadi" kata kakak
"Dulu aku ngamen sama Abangku, kar…

Ikut campur yang bermanfaat

Ikut campur yang bermanfaat
Awal 80 an di sebuah desa di pantai utara jawa, tersebutlah perempuan muda bernama kecipir. hasil perjodohan orangtuanya yang miskin, dia menikah dengan Kecombrang -lelaki yang berasal dari keluarga petani mapan untuk ukuran desanya. 
Oleh orangtua Kecombrang, sepasang suami istri itu dipinjamkan sebidang sawah tadah hujan. yang kemudian ditanami lombok -cabe berukuran besar. Kecipir sepenuh hati merawat tanamanan itu. siang malam, panas hujan dia berada di ladangnya. Mengasuh anak lelaki satu-satunya yang masih batita disana. Tiba waktu panen, hasil lombok mereka melimpah. karena hanya Kecipir yang menanam lombok, maka harganya naik berkali-kali lipat. Ekonomi kecipir dan kecombrang naik. Mereka berhasil membeli sebidang tanah, membangun rumah permanen dan membeli perhiasan. 
Lelaki diuji saat dia punya uang, demikian juga dengan kecombrang. Dia jatuh hati dengan seorang gadis dari desa nelayan. Kecipir tentu saja berang mengetahui hal itu. alih-alih membela …

Hobi membaca buku

#Anakrusak2
"Aku agak janggal dengan hobimu membaca buku" kata Papinya Hanim, masih dalam diskusi kami dalam perjalanan pulang ke Bekasi malam Senin lalu. Menurut Papinya Hanim, membaca buku bukan budaya kita. Baca buku adalah kegemaran yang harus ditanamkan sejak dini. Perlu contoh nyata dari orang dewasa terdekat. Masih menurutnya, bahkan hari ini, di kampung pelosok pantai utara jawa itu literasi tidak tumbuh. Lalu darimana kegemaran itu muncul...
Sebelum naga api menyerang, Nis melihat Mama dan Kakak-kakak membaca buku, buku ada di seluruh penjuru rumah kami. Kemudian jalan hidup membawa nisa ke lingkungan itu, tempat di mana nis ditempa untuk bisa dan berani hidup. Nis tetap membaca, apa aja yang bisa dibaca. Sampai sekarang. Tidak ada uang baca di perpus, tiap jalan ke luar negri mampir ke perpus negara tsb, oleh-oleh yang dicari buku, now, 25 % penghasilan adalah budget buku. 
"Maksud kamu, yang bikin janggal adalah bagaimana orang desa kayak aku bisa nyambung ngomo…

Anak rusak

#Anakrusak 
Setiap kami pulang dari Kampung, ada-ada saja diskusi yang terjadi dalam perjalanan pulang. Biasanya, mengenai apa yang Papinya Hanim lihat. seperti kemarin...
"Apa yang menyebabkan anak-anak Mama kamu tidak terjerumus ke dalam prostitusi dan narkoba ?" Tanya Papinya Hanim sebagai pembuka diskusi kami. Menurut Papinya Hanim, secara teori harusnya kami anak-anak rusak. Besar di lingkungan marginal dimana nilai moral abu-abu dan keluarga broken home. Mama yang sibuk cari uang dan kami tidak dibesarkan dengan perhatian dan kasih sayang, demikian kesimpulan Papinya Hanim. 
Pertanyaan cerdas dan kritis. Tidak sulit menjawab ini, walau tidak juga mudah menjelaskannya. 
"Mama juga punya hak dan kesempatan untuk pergi dan tidak peduli pada kami, Pi. Tapi Mama memilih merawat dan memperjuangkan ketiga anaknya. Kami kecil menangkap itu sebagai cara mama mencintai dan menyayangi kami diantara keras dan disiplinnya Mama. Hal ini yang kemudian membuat kami berpikir, setidakn…

Ngunjung

Ngujung
Setiap habis panen, di desa kami memiliki tradisi sedekah bumi. Yaitu dengan membawa makanan untuk dimakan bersama keluarga di makam keluarga. Orang desa umumnya dimakamkan di pemakaman desa. Sebagian makanan itu, ada yang dijadikan suguhan (persembahan untuk yang sudah meninggal). Aneka rupa makanan, buah, sayur ditinggalkan begitu saja diatas pusara. Lengkap dengan peralatan makannya.  Tradisi sedekah bumi layaknya hajatan budaya, tempat dimana orang desa bertemu dan bersilahturrahmi. Dahulu kala diramaikan dengan hiburan wayang kulit semalam suntuk. 
Orang bertanya, Kenapa makam Emak sepi ? Tidak ada yang mengunjungi...padahal anak cucunya tergolong mampu melakukan itu. Nis menghela nafas berat. Sebagian orang memahami tradisi ini sebagai bhakti anak terhadap orangtua atau bhakti keturunan yang masih hidup pada leluhurnya. Hati-hati sekali nis menjawabnya. 
Emak adalah Ibu buat Nisa. Tak terhitung kebaikannya atas jasa emak merawat nisa. Tapi nis memilih membalas dengan cara ya…

Perang mental 2

Perang Mental 2 #perangmental2
Pagi ini, Palu kembali menghubungi Nisa melalui WA. Mengajukan permintaan maaf yang kesekian kali, bedanya, kali ini minta kerjaan lagi. Siapa yang mau ?
Palu asal Indramayu. Pekerjaannya mengayuh becak, bersama teman-teman seperantauan, mereka menyewa rumah petak. Sejak pandemi, nyaris tidak ada yang naik becaknya. Dalam sebulan setidaknya 3 juta dia harus mengirimkan uang untuk anak dan istrinya di kampung. Belum lagi untuk biaya hidupnya di Bekasi? Kerjanya bagus, rapi dan rajin. Dalam 1 tahun ini, Sesekali, kami mempekerjakan Palu dengan upah 150-200 dari pagi sampai sore. Kejadian tempo hari, bikin nisa tobat dunia akhirat kerjasama dengan dia lagi. 
...Ah, ketidakjujuran memang dapat memutus rejeki dan silahturrahmi. Nis memaafkan tapi tidak mau berhubungan kerja lagi.
Bekasi 8 okt 2020

Perang mental

Gambar
Perang Mental
Menjelang hari jadi pernikahan kami yang kedua, cicin pernikahan yang melingkar di jari manis nisa hilang ! Nis panik bukan kepalang. Bagaimana harus menjelaskan ke Papinya Hanim ? Pria itu memberikannya sewaktu melamar Nisa awal Oktober 2018. Benda ini memiliki saksi sejarah jatuh bangun hubungan kami. 
Hari Sabtu lalu, Nis mencopot emas putih bertahtah berlian itu sewaktu hendak mencuci perebot dapur, nis melakukannya di teras. Tanpa nis sadari, di kebun kecil sebelah rumah, Mama memanggil tukang becak langganan untuk mengurus tanamannya. Setelah selesai mencuci dan lap semua perabot, nis langsung masuk dapur untuk menyusunnya kembali. Nis lupa mengambil cincin itu lagi. Lalu, datang pengantar Aqua galon pesanan kami yang mencuci galonnya di tempat nis mencuci perabotan tadi. Nis baru sadar cincin itu tidak ada di jari saat mencuci tangan setelah semua kerjaan rumah beres. 
Nis WA pengantar galon (sebut saya Paku) dan Tukang becak (sebut saja Palu) satu persatu. Mereka bi…