Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2019

Ada Madu di istana ku (TRUE STORY)

Post FB Nisa dua tahun lalu...

Sebut saja namanya lengkuas, wanita paruh baya yang sudah bekerja sebagai khadimat di gubug kami sejak empat tahun yang lalu.

Berbekal ijazah SMP tahun 80 an, Lengkuas muda merantau dari kampungnya di wonosobo. Sebuah pabrik garmen di bekasi menerimanya bekerja sebagai buruh harian.  Dibekasi itu pula, lengkuas bertemu pria pilihannya yang kemudian memberinya 3 orang anak. Pria yang berasal dari etnis asli, putra seorang peraji. Laos namanya. Sehari-hari, laos bekerja sebagai supir truk. Menjelang wafatnya, ibu peraji membagi tanah warisannya. Lengkuas membeli tanah bagian dari kakak suaminya agar bisa memperluas rumahnya.

Tidak lama setelah lengkuas melahirkan anaknya yang ketiga, suaminya sering tidak pulang. Setelah bertanya kesana kemari...seorang teman suaminya yang iba namun meminta identitasnya dirahasikan memberitahu kalau suaminya telah menikah lagi dengan seorang janda muda di kota sebelah. Membawa bayi merah perempuan serta dua putra kecilnya…

Adil sejak dalam pikiran, apalagi perbuatan. Penerapan pada pekerja ODHA (mesti banyak sabar, ikhlas dan istighfar)

Adilah sejak dalam pikiran,  apalagi perbuatan.

Awalnya pingin menerapkan hal itu dalam kehidupan nyata,  tidak hanya sebatas teori dan konsep. tapi ternyata susah - kudu banyak sabar,  ikhlas dan istighfar.

Menurutku,  ODHA juga manusia. ditengah keterbatasannya,  dia berhak mendapat perlakuan yang sama termasuk pekerjaan yang layak agar dia bisa mandiri. Sejak beberapa bulan yang lalu, Nis bekerjasama (gitu aja deh bahasanya)  dengan seorang ODHA dia seorang Ibu yang tertular dari suaminya. hingga anaknya yang paling kecil juga menerima warisan itu dari alm Bapaknya.  Dia ibu yang baik, yang sedang terus berusaha memperbaiki dirinya. Efek baik dari keputusan ini,  kami di rumah jadi memiliki kasus nyata dan bisa di jadikan edukasi dalam pembelajaran HIV / AIDS dan Seks juga cadar (karena dia memutuskan untuk memakai budana syari) pada anak-anak dan seluruh anggota keluarga. Bahwa yang berbeda dengan kita,  tidak harus di bully. Bahwa kita harus menghormati keputusan orang lain terh…

Ketika Nis Hamil

Gambar
Hari terakhir nis haid 15 januari 2019. setelah itu, mulai sibuk dengan mual muntah. Enggak bisa kena sinar matahari,  pusing. enggak bisa nyium sesuatu yang menyengat. nasi,  bau masakan. mual deh. buat makan nis bantu pake antiemetik selama berbulan-bulan. Nis ingat baru menjelang lebaran nis bisa makan enak. Selama puasa,  walau enggak bisa makan tapi enggak sanggup juga puasa. Sejak hamil,  muka jd subur ditumbuhi jerawat...jadi males mandi juga.  Mandi pas suami mah pulang praktek aja hihihi jorok

17 Agustus ini,  kandungan nis memasuki 8 bulan. Hasil usg bilang,  janinnya perempuan. semoga nis dan bayinya sehat dan lancar melahirkannya,  amin... Setelah mual muntah, terbitlah ngap. tiap habis makan,  jalan,  naik turun tangga. Nis enggak sanggup berbating. Sekarang klo mau bobo harus setengah duduk. Biasanya klo lagi ngap,  nis tarik nafas panjang ditemenin minyak angin dari Bali. Aroma serehnya nyegerin. Beli di shoppe 35 ribu.



Satu lagi,  yang bikin mood jadi oke adalah sabun…

Nilai kehidupan

Makin kesini (baca: makin tua) nis jadi banyak mikir tentang "Nilai" apa yang di dapat? kayak makan,  yang enggak cuma kenyang.

Belum lama, kk minta nis bayarin  langanan (via kartu kredit) sebuah aplikasi belajar yang kk download di telepon pinternya. Nis tolak. Karena menurut nis,  selain buat mendapat jawaban instan dari soal yang kita ajukan,  terus apalagi? Apa sih bagusnya orang / aplikasi lain yang bisa jawab pertanyaan dari tugas yang sekolah bebankan pada kita? kita loh yang punya tugas... enggak "nancep" aja di otak. Emang klo ujian sekolah atau ujian hidup,  bisa dipake itu aplikasi?
Well,  mungkin nisa ortu yg ketinggalan jaman. Tapi menurut nis,  ga ada tuh instan yang enak selain indomie. itupun gizinya masih dipertanyakan. nis masih percaya dengan proses menempa diri dengan berlatih,  belajar dari kegagalan,  terus mencoba...

Klo dengan sekolah menjadi pinter dan punya ijazah,  udah biasakan... Nis mau dengan sekolah,  anak jadi manusia terdidik yan…

Hati-hati dengan ADHA JAYA FURNITURE - Cirebon

Gambar
Saya punya rumah baru di Indramayu. Saya berniat mengisi furniture. Setelah melihat koleksinya via website Adha Jaya Furniture dan mencari via google,  saya menemukan Adha Jaya Furniture di Cirebon dengan nilai yang baik dan koleksi yang menarik. Adha juga memiliki toko online di Shoppe maupun Tokopedia.



Awal April, Saya mulai menghubungi Adha Jaya Furniture melalui nomor telpon
 081222282776 / 081222567472 yang tertera di Google. Saya berhubungan dengan Pak Toto Surahman. Pertimbangan saya,  Cirebon-Indramayu tidaklah jauh. kemudian diakhir April,  Saya menerima kunjungan Pak Toto beserta istrinya dikediaman saya di Indramayu. Penampilan mereka islami dan santun.

Setelah melakukan pengukuran,  lalu kami bernegosiasi perihal harga. Saya meminta pembayaran dilakukan secara bertahap (total pesanan saya seharga 57.900.000, dan akan dibayar sebanyak 4x) dan pengiriman barang disepakati 1 Juni 2019. 4 hari menjelang Idul fitri. Pak Toto dan istrinya menjamin tidak akan ada masalah pengiri…

SOCIAL FREEZING for EEGS (Penyimpanan sel telur perempuan dalam keadaan beku atas indikasi sosial)

Gambar
Aku terus menyusuri jalan dihadapku, yang terjal dan berliku. panasnya sinar matahari,  tak lagi kurasa. berharap dapat ku lupakan perasaan cinta yang masih membara pada Santan- lelaki terkasih yang sudah memacariku lima tahun belakangan ini.

Dari gemerlapnya Ibukota, aku menepi ke rumah masa kecilku. Aku butuh waktu untuk menenangkan diri dan mencerna.  Apa yang sebenarnya tengah terjadi? Santan mengirimkan undangan pernikahannya dengan Kelapa sahabat ku,  hanya dua bulan setelah dia mengatakan "We need to take break". saat itu,  aku meng-iya-kan karena merasa hubungan kita yang sulit. Bukan aku lepas tangan, hanya saja,  aku merasa kasihan dengan Santan yang harus terus memperjuangkan aku dan hubungan kita yag tak kunjung mendapatkan restu dari kedua orangtuanya. Sahabat-sahabat dekat ku acapkali berseloroh "Cintanya elu tuh belum bisa bikin anak orang durhaka,  Pandan" yang biasanya hanya ku tanggapi dengan senyuman.