Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

Brutal Honest

Gambar
Syok tuh gini... Di trial class TK,  dimana guru dan pihak sekolah sedang bermain sambil belajar bersama calon murid dan mengexplore tempat belajarnya dihadapan ortu.  Ada anak laki yang nangis, lari-larian, akhirnya digendong nannynya tapi masih teriak dan mukul si nanny. Sinanny pasrah.  Si ibu diem aje. Terus... Anak elo cewek. Tipikal seriusan dan mandiri. Melolot jutek dan dengan nada tinggi bilang "Dont playing drama too much. You distrube other!" Si anak laki sontak terdiam dan jadi anteng. Tapi Seisi ruangan langsung mencari sumber suara. Disitu, elo jadi emaknye langsung pengen jadi patung saking enggak enak ati ama emak sianak laki...

Ya, Saya Pribumi

Tahun 90 an disekolah menengah atas yang terkenal dg sekolah mahal dan sangat disegani dikalangan sekolah di Jakarta bahkan negri ini karena NEM nya selalu tertinggi dan langganan beprestasi di dalam maupun luar negri. Disana,  terdapatlah seorang siswi muslim, enggak pinter2 amat dan berasal dari kalangan ekonomi menengah anjlog.  Menjadi minoritas diantara mayoritas siswa keturunan, non muslim yang tajir2 itu... Kok bisa? Siswi itu salah satu dari 3 anak janda. Semuanya masih sekolah dan kuliah. Si ibu yang sombong,  walau tidak punya uang dia bermimpi besar menyekolahkan anak-anaknya ditempat-tempat terbaik. Waktu itu SMA negri masih bayar. Dan untuk masuk ke SMA negri favorit,  tdk sedikit uang yang harus dikeluarkan. Faktanya,  siswi itu diterima disekolah yang dinobatkan sebagai SMA swasta terbaik di Jakarta. Dia lolos syarat administrasi (rapot dan nem), syarat lolos tes tulis Mat, IPA,  Bahasa Inggris, Tes Potensi Akademik dan tes wawancara Ibu serta anak (perihal ekonomi d