Kuliah di Rusia Bisa Jadi Solusi Alternatif Mahalnya Pendidikan (Dokter) di Indonesia

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa dewasa ini untuk kuliah di Fakultas Kedokteran tidak hanya di tuntut memiliki kemampuan akademik, tapi juga kecerdikan untuk merencanakan finansial juga harus matang. Biaya masuk Fakultas kedokteran di Universitas Negri di Indonesia sekitar 20-50 Juta dan 100-250 juta untuk Universitas Swasta. belum lagi kebutuhan lain selama kuliah seperti buku-buku, biaya SPP persemester, Praktikum dll. Walau Pemerintah sudah menerapkan BIDIKMISI di Universitas Negri, tapi tetap saja Pendidikan yang layak belum bisa dinikmati seluruh rakyat Indonesia seperti yang tertuang dalam  UUD 45 pada alenia ke 4.

Saran Saya, Kamu yang bercita-cita jadi Dokter pikir-pikir lagi deh. Apalagi niatnya cuma mau jadi orang KAYAAAAH. Baca ini dulu !

Kuliah di Luar Negri mungkin bisa jadi solusi dari mahalnya biaya pendidikan di Indonesia. Khususnya Pendidikan Dokter. Di Negara lain, Pendidikan dan Kesehatan di sediakan dengan layak oleh negara dan dapat dijangkau oleh semua warga negaranya. Contoh saja Rusia yang memberikan beasiswa kepada setidaknya 70 orang mahasiswa setiap tahunnya.





Program Beasiswa Pemerintah Federasi Rusia biasanya di buka pada bulan Januari setiap tahunnya. Beasiswa pemerintah Rusia hanya mencakup biaya pendidikan selama kuliah. Mahasiswa mendapat uang 1-2 juta setiap bulannya. Namun, Mahasiswa beasiswa harus menyediakan sendiri biaya-biaya di luar biaya pendidikan. Seperti Visa, Asuransi, Tiket pesawat, Asrama, Biaya hidup bulanan, serta biaya penerjemahan dan legalisasi dokumenSelain karena Pemerintah Rusia memberikan beasiswa bagi pelajar Indonesia untuk belajar disana, Alasan lainnya adalah Kualitas Pendidikan Dokter di Rusia juga berbasis pada Penelitian dan Teknologi. Misalnya saja Dalam bidang Spesialis Bedah Tulang terdapat Apparatus Ilizarov yaitu peninggi badan dengan teknik penyambungan tulang.  Dimana teknik ini juga sudah tersedia di beberapa Rumah Sakit Pendidikan di Indonesia. 

Nilai rata-rata Rapot SMA minimal harus 7 dan Wajib berasal dari Jurusan IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) Menjadi Syarat utama diterimanya beasiswa kamu. Di Rusia, Ada banyak Univervitas yang bisa kamu pilih tanpa perlu memberikan nilai TOEFL atau IELTS.  Karena, Mereka akan menyediakan kelas intensif bahasa Rusia di sana, sebelum masuk kuliah. Bagi yang tidak lolos beasiswa, jangan berkecil hati. karena Biaya kuliah di Rusia tidak terlalu mahal. sebagai gambaran Untuk Mahasiswa Kedokteran dengan biaya pribadi di tahun 2005-2012 menghabiskan biaya total 600 Juta dengan rincian 300 juta untuk biaya kuliah, tempat tinggal, listrik, air, gas, internet, asuransi dan tiket pulang pergi Jakarta Rusia PP setahun sekali selama 6 tahun) dan sisanya sebagai biaya hidup yang berkisar 1-2 juta hingga tahun ketiga dan 3-5 juta rupiah di tahun berikutnya hingga lulus. Biaya ini, bisa jadi berbeda pada setiap orangnya.

Setelah menempuh perjalanan Indonesia-Rusia kira-kira selama 16 jam, Mahasiswa Indonesia degan berbagai jurusan wajib mengikuti PadFak- semacam kelas persiapan masuk Universitas. Dimana Bahasa Rusia menjadi pelajaran wajib pada 6 bulan pertama kemudian di tambah pelajaran umum sesuai jurusan yang diinginkan (IPA jika ingin masuk FK). Lamanya PadFak bervariasi antara 9-12 bulan. tergantung daya tangkap mu :) Bagi Mahasiswa peraih beasiswa Pemerintah Rusia, Kamu tidak dapat memilih dimana kamu mengikuti PadFak. Karena pemerintah Rusia sepenuhnya berhak menentukan dimana kamu akan tinggal, mengikuti PadFak dan Universitas tempat kamu belajar nantinya. Jika Mahasiswa peraih beasiswa Pemerintah Rusia tidak lulus PadFak, ada dua pilihan ; Deportasi atau Kuliah dengan Universitas dan Jurusan yang sesuai dengan scor nilai FadFak yang diraih. Sedangkan Mahasiswa dengan biaya pribadi jika tidak lulus PadFak diperbolehkan mengulang dan diberi kebebasan untuk menentukan dimana akan tinggal, dimana akan mengikuti FadFak dan bebas untuk menentukan Jurusan maupun Universitas. Selain Fakultas Kedoktran, Rusia juga baik dalam bidang Teknik Geologi (konon katanya, Rusia adalah pemasok gas alam ke seluruh negara Eropa loh...), Untuk Ilmu Sosial, Jurnalistik dan Hubungan Internasional adalah yang terbaik. Namun, Sayang sekali, Teknik Penerbangan dan Teknik persenjataan masih tertutup untuk Warga Negara Asing.

Untuk Kedokteran, Ada 3 rekomendasi Fakultas Kedokteran di Universitas terbaik di Rusia, yaitu ; 
  1. I.M Sechenov First Moscow State Medical University
  2. Pavlov First Saint Petersburg State Medical University
  3. Pirogov Russian National Research Medical University
Menguasai Bahasa Rusia merupakan suatu kewajiban bagi seluruh mahasiswa di Rusia. karena walaupun kamu masuk kelas berbahasa Inggris, tapi kamu harus membaca buku-buku teks Bahasa Rusia. terlebih, dibanyak perpustakaan Buku-buku berbahasa Rusia lebih sering terperbaharui dibanding koleksi buku berbahasa Inggris. Jangan takut bicara dan bersahabat dengan kamus adalah tips untuk menguasai bahasa Rusia dengan cepat. Dilansir dari modlang.fsu.edu, ternyata bahasa Rusia bukan saja unik dan jarang ada yang menguasai. Tapi juga dibutuhkan banyak perusahaan dan pendidikan yang bergerak di bidang teknologi dan sains. Menurut penelitian, sebagian besar publikasi bidang sains berbahasa Inggris dan Rusia. Mungkin, di Indonesia tidak banyak orang yang berbicara bahasa Rusia. Tapi, bahasa ini ternyata juga digunakan ratusan juta orang di dunia. Media tersebut menulis, ada sekitar 270 juta orang yang berbicara bahasa Rusia di dunia ini. 

Di Rusia tidak memakai sistem sks seperti di Indonesia. Di Rusia memakai sistem Zacyot bisa disebut kredit. Zacyot seperti pintu sebelum mengikuti ujian semester. Jika waktu Zacyot telah tiba dan nilai kamu belum mencukupi, kamu harus mengejar target untuk mendapatkan Zacyot yang mencukupi. 
Untuk Mahasiswa FK Co-Asst di mulai pada semester 4 dengan bahan kuliah General Knowledge of Medicine. Pada semester 5 akan mulai berinteraksi dengan pasien dan tidak dalam waktu yang penuh. Pagi, Mahasiswa diwajibkan mengikuti kelas umum (sesuai jadwal mata kuliah pada hari tsb) dan berinteraksi dengan pasien pada siang hari. Satu pasien diperuntukan bagi dua Mahasiswa FK yang ditugaskan untuk mewawancarai pasien terkait penyakitnya. Tanpa melakukan tindakan lebih lanjut. Di Rumah Sakit itu, Mahasiswa akan diberikan sejumlah pertanyaan semacam kuis kalau di kampus Indonesia dan Mahasiswa wajib memberikan presentasi di hadapan Konsulen (Dokter Ahli) terkait pasien yang di dapat pada hari itu dan masukan terapinya.
Di Rusia, Ujian tertulis bukan prioritas utama. Para Dosen di Rusia umumnya menguji Para mahasiswa dengan oral test. Nilai terbaik adalah 5, 4 adalah nilai yang baik, 3 adalah nilai yang cukup dan 2 dinyatakan tidak lulus. Jika tidak lulus ujian, kamu harus mengikuti ujian ulang. tidak ada maksium batas ujian ulang. pokoknya sampe dosen bosen liat muka kamu :)

Kampus di Rusia menerapkan disiplin yang tinggi untuk Mahasiswa yang tidak hadir dalam waktu kuliah. Bagi yang sakit, harus dibuktikan dengan surat keterangan sakit dari dokter di Klinik Universitas. Jika mangkir kuliah tanpa alasan yang jelas, Mahasiswa beasiswa di wajibkan menulis karya ilmiah terkait materi kuliah saat itu dan untuk Mahasiswa dengan biaya pribadi harus membayar uang denda sebesar 1-2 juta rupiah. 

Huft...berat ya, kuliah di Rusia :( 
Berikut ini merupakan TIPS Sukses menjalani Kuliah Kedokteran di Rusia ;
  1. Apapun yang terjadi, usahakan tetap masuk kelas.
  2. Menunda tugas adalah awal malapetaka mu.
  3. Gigih mengejar ujian ulang kalau kamu tidak lolos suatu tes
  4. Banyak membaca buku
  5. Bergabung dengan Persatuan Pelajar Indonesia di Rusia akan membantu mu dalam banyak hal, Registrasi Visa misalnya.
Setelah Lulus dari Rusia, di jamin deh guys. Kamu akan menjadi pribadi yang berbeda. Kamu akan menjadi pribadi yang kuat dan solved by my self  alias mandiri. hal ini dikarenakan kamu jauh dari orang tua dan banyak berinteraksi dengan orang Rusia yang keras (baik bersikap maupun bicara),

Hm...kalau ditanya suka-duka kuliah di Rusia...
Suka nya Rusia merupakan salah satu negara maju di Eropa. dengan belajar disana kita ikut merasakan kemajuan teknologinya, akses internet yang cepat, kelas kuliah yang nyaman, fasilitas yang modern, tidak ada jaga malam untuk Co Asst, berkesempatan keliling Eropa, Mendapat teman-teman Rusia dan berbagai penjuru dunia dan Kurikulum yang tidak terlalu memberatkan mahasiswa.
Sedangkan duka nya...Jauh dari orang tua, harus beradabtasi dengan cuaca ekstrim di bawah 30 drajat celcius saat musim dingin dan beradabtasi dengan makanan Rusia :)

Kalau dibandingkan mana lebih baik antara Dokter Lulusan Rusia dengan Dokter Lulusan Indonesia. Harus diakui, Dokter Lulusan Indonesia memang lebih baik secara skill , Keilmuan penyakit Tropis dan Pemeriksaan Fisik (karena di Rusia banyak menggunakan teknologi yang lebih canggih). dan satu lagi, karena Mahasiswa FK di Indonesia banyak bersinggungan dengan pasien secara langsung sewaktu Co Asst (dalam arti tidak hanya sesi wawancara penyakit tapi juga diberikan kebebasan untuk menindak lanjuti penyakit pasien dengan di bawah pengawasan Konsulen dan dalam waktu yang penuh) Maka menjadikan Dokter Indonesia memiliki referensi dan pengalaman terkait banyak penyakit.  

Setelah Lulus Dokter dari Rusia, Untuk bisa berpraktek di Indonesia, kamu wajib mengikuti Proses Proses Adabtasi di Kampus di Indonesia :)


140816

Dedicated for Adit and Ando, God Blees U Doc !

3 Komentar

Unknown mengatakan…
Apakah sistemnya sama seperti di Indonesia, S1 kedokteran harus dokter umum dulu
Nanisa Indra mengatakan…
Sama :) maaf baru balas
Nurul Annisa mengatakan…
Bapak/Ibu, boleh rekomendasikan 5 kota yang ada kampus jurusan kedokteran yg biaya hidupnya tergolong murah?