Pengalaman Kursus Matematika Kumon

Saya mempercayakan pada Kumon, untuk pembentukan karakter anak-anak saya.
Saya percaya, bahwa 5 tahun pertama adalah masa pembentukan karakter dan perkembangan otak yang luar biasa bagus. Teori ngawur ala saya. Maka, ketika anak menginjak usia 2,5 tahun saya mulai memasukannya ke sekolah non formal. Sebagai media komunikasinya. Saya memilih Kumon Matematika sebagai dunia pertamanya bermain sambil belajar.  Alasannya krena dekat rumah dan enggak mahal. Tidak banyak yang saya harapkan, saya hanya mau anak punya kegiatan dan bersosialisasi.

Setiap anak dilahirkan unik. Saya belajar dari diri saya sendiri yang berusaha sangat keras untuk bisa memahami matematika. Kegagalan demi kegagalan yang saya hadapi dalam berhitung membuat saya malas dan cendrung menghindar dari tanggung jawab ini. Ini bahaya, karena semua lini keilmuan tidak lepas dari Matematika. Mama saya dengan segenap kesabaran dan kekerasan hatinya mengajarkan saya untuk terus belajar. Mama bilang,  dunia dalam genggaman mu bila menguasai matematika dan bahasa inggris.

Mengusai Matematika bukan pencapaian yang bisa diwujudkan dalam satu hari. Butuh ketekunan, disiplin dan ketelitian yang tinggi. Kumon memahami betul hal ini. Kumon tidak memiliki kelas yang terjadwal. Siswa bisa memilih jadwal kursus setiap hari Senin-Jumat atau Selasa Kamis. Jam kursusnya bisa ditemtukan sendiri dari jam 11 hingga jam 18. Kumon memberikan bimbingan secara personal. Satu guru satu murid. Murid akan dilepaskan saat dirasa sudah bisa mandiri. Setiap murid diwajibkan menyelesaikan pekerjaan rumah yang jumlahnya bervariasi. Untuk level rendah bisa berjumlah 10 halaman (sebanyak 100 soal) yang harus selesai dalam sehari. Efeknya, anak jadi merasa bertanggung jawab. Mereka jadi merasa punya hutang kalau belum menyelesaikan pekerjaan rumah harian ini. Dimanapun kapanpun mereka merasa wajib menunaikan hal satu ini agar bisa tenang bermain. 

 

Kumon selalu diawali dengan tes penempatan. Biasanya kursus akan di mulai dari level yang lebih rendah dari yang anak kuasai. Banyak orang tua yang tidak terima, misal anaknya sudah kelas 2 SD tapi di Kumon belajar pelajaran TK. Kumon memang menekankan pada penguatan dasar-dasar matematika. Karena biasanya sekolah dikejar tegat waktu ujian, maka anak yang tidak mengerti akan ditinggalkan. Lain halnya dengan Kumon yang mengulang secara terus menerus bagian yang sama hingga siswa mengerti. Jika siswa sudah mengerti, maka dia akan cepat menyelesaikan tugas-tugas pada levelnya yang kemudian level itu akan melebihi grade (kelas) disekolah. Efeknya, anak akan menjadi lebih percaya diri. 
 

Gambar diatas adalah foto si tengah dengan pencapaian Kumonnya. Dia kelas 1 SD (mau naik kelas 2 berusia 7 tahun) menguasai level E (setara dengan kelas 5 SD). Dia disukai teman-temannya karena penguasaannya dibidang matematika dan tidak pelit ilmu. Bisa dibayangkan bagaimana nilai-nilai sekolahnya, khususnya matematika. Dia duduk di kelas 1 tapi dia sudah bisa memecahkan soal kelas 5 SD. Saat sulung mau UAN, Tengah adalah partner diskusi yang solid dalam hal Berhitung. 

Karena rasa percaya diri telah tumbuh dan tidak menemui hambatan dalam mengerjakan soal matematika, anak tidak punya alasan untuk tidak menyelesaikan tugas-tugasnya. Saya punya anak 3 dan bekerja. Syukur alhamdullilah saya tidak direpotlan dalam hal belajarnya mereka. Mereka paham kalau saya capek sepulang kerja. Saya tidak pernah menyuruh mereka belajar karena baik tugas sekolah maupun tugas kumon sudah selesai di kerjakan dan siap saya periksa. Jadi maaf, tidak pernah ada cerita saya murka saat membantu mereka mengerjakan tugas. 

Bonus dari mempelajari Matematika sedini mungkin adalah logika yang terasah dengan baik. Ketiga anak saya tidak pernah menangis meraung-raung. Sayabtidak suka mendengar suara anak menangis. Mereka cukup mengemukakan apa yang mereka inginkan dengan kalimat yang baik, kemudian kami berdiskusi. Jika saya mampu, saya akan berikan dengan pertimbangan mereka memiliki hal pencapaian yang baik dalam hal apapun, yang bisa saya hargai dengan hadiah. Jika saya tidak mampu, saya akan terus terang dan berjanji. Tentu, saya harus menepati janji itu agar kepercayaan terjaga. Ketiga anak saya adalah partner diskusi yang hebat. Mereka memiliki ide brilian, kecerdasan emosional, jiwa memaafkan dan banyak hal yang kadang tidak terlintas dibebak saya.

 

Buat Saya, anak adalah amanah sekaligus anugrah terindah yang harus saya jaga. Saya berani berinvestasi besar agar anak-anak bisa mendapat pendidikan terbaik di bumi Allah. Saya percaya, Allah memberi saya anak-anak yang sholeh/a, cerdas dan beruntung. Saya bersumpah akan berusaha supaya anak-anak bisa bersekolah setinggi-tingginya.

 

Kumon memiliki dua jurusan yaitu bahasa inggris dan matematika. Semuanya harus melalui tes masuk. Untuk yang bahasa inggris, kumon menerapkan wajib bisa baca tulis untuk siswanya. Biaya kedua program tersebut adalah pendaftaran 280!ribu dan iuran bulanan untuk SD 420 ribu/ anak. Terjangkau kok. Enggak perlu kursus yang mahal-mahal yang bikin anak stres. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi cabang kumon terdekat ya !

Selamat Belajar...

18 Komentar

sisko mengatakan…
duh andaikan dulu saya kursus matematika dan bahasa inggris, pasti gak akan seperti ini.. jadi baper
Nanisa Indra mengatakan…
sama mas Sisko, saya juga ga ikut kumon. matematika hantu seram dan saya mati-matian mempelajarinya. mangkanya saya mau anak-anak saya lebih baik.
sisko mengatakan…
tapi jangan sampe anak jadi korban ambisi kita mbk :)
Nanisa Indra mengatakan…
iya mas sisko, terimakasih banyak nasehat dan komennya
Unknown mengatakan…
Anakku juga les kumon mad dan inggris sampai lulus.sewaktu SMA banyak teman2 nya pada datang k rumah untk belajar mat.tahun ini anakku lulus SMA dan alhamdulilah d terima d UI
Unknown mengatakan…
Anakku juga les kumon mad dan inggris sampai lulus.sewaktu SMA banyak teman2 nya pada datang k rumah untk belajar mat.tahun ini anakku lulus SMA dan alhamdulilah d terima d UI
Unknown mengatakan…
Anakku juga les kumon mad sama inggris sampai lulus.sewaktu SMA banyak teman2 nya datang k rumah untk belajar mad.alhamdulilah taun ini sdh lulus dan d terima d UI
Nanisa Indra mengatakan…
Alhamdullilah, Bu Farida. Ikut senang. salam untuk buah hatinya.
Nuha Uswati mengatakan…
Senang sekali membacanya. Mohon izin share dengan cantumkan link ini ya bu 😊 Go completer ya kakak2 😊😊
Nanisa Indra mengatakan…
Silahkan, Nuha. Semoga bermanfaat :)
Unknown mengatakan…
Mom nanisa.. Saya mau tanya pengalaman tes masuk kumon itu untuk anak prasekolah biasanya apa aja ya..? Apakah pengenelan huruf atau langsung berhitung atau bagaimana ya? Si kecil mau saya masukan ke kumon, krn dy senang berhitung.. Mohon info nya y mom, terima kasih
Nanisa Indra mengatakan…
Mohon maaf baru balas Bu Sely,
Kumon tidak ada tes masuk untuk anak pra sekolah. Anak-anak saya bahkan diajarkan dari bagaimana cara memegang pinsil yang baik dan benar. pake pinsil segitiga. bukan pinsil bulat. Kumon tidak ada pengenalan huruf bu- kecuali kumon inggris. Kumon ada coba gratis bulan-bulan ini Bu. silahkan di cobaaaaa bu :)
Unknown mengatakan…
Oh berarti kalau kita ambil les mad sama b inggris beda lagi biaya nya gtu
Nanisa Indra mengatakan…
iya Bu Yesi, Anak saya SD ikut Komun matematika 420 + kumon inggris 420 = jati total bayar perbulan 840.
Unknown mengatakan…
Berarti kalau ikut kursus , seminggu berapa kali pertemuan ya bu? Atau cuma 2 hari dalam seminggu atau setiap hari?
Unknown mengatakan…
Jadi satu minggu berapa kali pertemuan bu kalau kursus ?
Nanisa Indra mengatakan…
Dear Bu Noyla, satu minggu masuk hari dua kali bu. bisa pilih hari senin, selasa, kamis atau jumat. bisa datang sesuka hati dari jam 13 sampai jam 18. tapi tiap hari anak di berikan pr di rumah.
Unknown mengatakan…
Mau tanya dong.. kalo anak saya umur 4 thn.. bisamasuj kumon gak ya?