Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kalimat menyenangkan




Suatu hari, seorang perempuan tua merespon bell yang berbunyi. Seorang teman lamanya bertamu. 

"Saya tidak punya uang dan mau menjual kembali padamu. Tolong saya seperti dulu saya menolongmu" ucap sang teman, anak dan menantu perempuan tua mendengarkan secara tidak sengaja dari anak tangga di balik ruang tamu

Perempuan tua tampak mematung. 
Setelah berpisah dengan suaminya, dia bekerja di Bank swasta menggunakan ijazah sarjana penuh. Kerja keras menghidupi anak-anaknya, sendirian. Kemudian memutuskan untuk pensiun dini untuk berdagang, agar memiliki banyak waktu mendidik ketiga anak perempuannya yang sudah beranjak dewasa. Setelah berhasil menyekolahkan anak-anaknya pada jenjang pendidikan tertinggi dan menikahkannya, dia memutuskan untuk menikmat hidup. Hidup dari pasif income yang lebih dari cukup untuk sekedar hidup. 

Setelah tamunya pulang, perempuan tua itu makan malam bersama anak, cucu dan menantunya, tanpa selera. 
"Ada apa, Ma ?" Tanya anak perempuannya

"Mama dulu menjual rumah ke Ibu barusan, buat sekolah kamu. Kasihan kamu anak cerdas dan rajin, tapi enggak punya Bapak. Uang mama habis, waktu kamu baru aja ambil profesi. Mama enggak tega klo kamu harus putus sekolah. Sekarang, suami ibu itu meninggal, dia mau jual rumah itu lagi. Rumah itu sebetulnya rumah kenangan. Rumah pertama yang saya beli dari tabungan waktu kerja di Bank" jawab Mama, dengan mata berkaca. 

"Ok, kita beli balik aja rumah itu" kata menantu yang sejak tadi diam. 

...Lelaki ini, tidak banyak bicara. Sikapnya tenang. Suami, Bapak dan menantu yang baik. Tapi, tidak ada persoalan yang tidak selesai ditangannya.

Posting Komentar untuk "Kalimat menyenangkan"

Berlangganan via Email