Integritas

Kami langganan belanja di sebuah jaringan supermarket di Menara Perumnas 1. suka belanja di sana karena lengkap. ada ATM, parkir luas, banyak kuliner dan ada salon langganan enggak jauh dari sana. 

Beberapa waktu lalu, Nis ajak sulung dan Mfa belanja. Mbak kasirnya bilang "kertas struknya abis, bu" yang nis jawab "enggak apa" 

"Ada kok, bisaaaa" kata sulung yakin

Selesai dihitung, nis kasih uang cash. Sulung ambil struk belanja dan membacanya, dia benar. Ternyata bisa juga diprint. Mfa masukin belanjaan ke godiebag yang kami bawa dari rumah. 

"Tunggu" kata sulung menghentikan adiknya memasukan barang belanjaan

Nis dan Mfa saling menatap. 

"Semua yang tertulis di sini dua loh. Padahal kami ambil cuman satu. Periksa lagi !" Kata sulung judes

Kasir memperbaiki dengan kikuk, meminta maaf, Uang dikembalikan. Done. Kami pulang. 

"Mama lagi, main bayar-bayar aja. Isnt about money, mom. It about integrity" katanya kesal di parkiran. Nis seneng dengan sikapnya. Walau ngeri. 

Hari ini, kami kembali ke toko itu. Sulung kembali berhadapan dengan mbak kasir yang bahkan tidak berani menatapnya. 

"Udah bisa ngeprint struk belanja, mbak ?" Tanya sulung yang disambut dingin mbak kasir.

Bujug, galak dan tegas amat kak...


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Percobaan Telur Melayang di Air Garam

Pengalaman Kursus Matematika Kumon