Kakak dan Pengemudi Ojek Online Tunarungu

Kakak punya seorang kenalan, seorang supir ojek online. laki-laki itu dikenalnya dalam perjalanan dari dan ke sekolah. Setelah pandemi dan sekolah libur, kakak kerap minta tolong dibelikan keperluan tugas-tugas sekolahnya, kakak tetap membayar walau tanpa aplikasi. 

Hari ini, laki-laki 20 an itu mengantarkan pesanan tugas prakarya kakak. Nis baru sadar kalau dia tunarungu. Setah transaksi selesai, setengah memelas Kakak bilang "Mama jangan marah, please. Abangnya baik dan amanah banget kok" 

Ga tau kenapa di pikir nis bakal marah.

"Dia bilang jujur waktu pertamakali jemput. Aku takut. tapi aku kasihan, ma. Dia bawa motornya hati-hati dan sabar banget klo aku mintain tolong" sambung kk

"Klo kamu kasih instruksi gimana caranya ?" tanya nis penasaran

"Aku nge-chat. Klo aku diboncengin...klo mau belok kanan, aku tepuk bahu kanan. klo mau belok kiri, aku tepuk bahu kiri. Klo lurus aku tepuk tepat di bawah lehernya" jawab kk

"Oh..." respon nis

"Dia tulang punggung keluarga, ma. Ibunya janda sakit-sakita, adiknya 2 atau 3 gitu masih sekolah. Dia enggak pernah matokin bayaran, ma. Dikasih berapa aja mau" terang kk lagi

...nis happy. sereceh karena anak ini punya rasa empati terhadap sesama dan tidak melihat kekurangan oranglain sebagai alasan untuk tidak menghargai.

Bekasi yang basah, 31 Okt 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Percobaan Telur Melayang di Air Garam

Pengalaman Kursus Matematika Kumon