Sedekah

Sedekah 
Sebagai anak singel parent, kadang, nis enggak habis pikir bagaimana mama bisa punya uang menyekolahkan dan mencukupi semua kebutuhan tiga anak perempuannya, seorang diri. 
Nis pernah tanya, dengan mata menerawang, Mama jawab "Allah maha baik, mama dapat di luar hitungan matematis"

Walau tidak berlebihan, tapi mama dapat mensejajarkan kami dengan anak-anak lain. Kami dapat sekolah di sekolah terbaik negri ini, mengakses buku, mendapat gizi yang cukup dan hidup yang layak. 

Nis ingat satu kebiasaan mama yang selalu memberi, tanpa mengeluh. Memberi setiap pengamen, pengemis yang mendatanginya. Mama selalu menyiapkan uang receh ditasnya. Baik dalam bentuk logam maupun uang kertas. Tanpa risih mama memberikan uang kecilnya, tak peduli berapapun banyaknya mereka. Seperti yang kita tau, satu diberi mereka akan memanggil teman-temannya yang lain. Kadang dengan alat musik yang sama, hanya beda orang. Pengemis itu, datang dari jauh, acapkali hanya mendatangi tempat Mama berada. Hal itu terjadi setiap hari. Sampai Mama hafal wajah mereka. Jangan tanya bagaimana sikap mama pada orang yang membutuhkan bantuannya. Tidak, Mama tidak pernah meminjamkan uangnya, tapi mama akan memberi nominal yang layak tanpa pernah menagih. Suatu kali, nis pernah tanya "Mama tau dari mana bahwa uang yang mama berikan memang digunakan sesuai peruntukan yang mereka katanya ?" Mama jawab dengan tenang "Itu bukan urusan kita. Tugas kita hanya memberikan hak orang lain yang ada di dalam harta kita" tiap kali rasa ikhlas di dalam hati ini tergugat, ucapan mama laksana matra ajaib. 

Mama juga selalu memberi makan orang-orang yang membutuhkan, entah bagaimana caranya, Mama seolah tau klo orang yang sedang berhadapan dengannya sedang lapar "Mama tau rasanya lapar, nis" anak-anak mama merantau, nis pernah juga merantau. Di negri orang, kami dipertemukan dengan orang-orang baik yang senantiasa menjaga dan berkenan berbagi. Barangkali karma baik, tapi setelah nis jadi orangtua, nis juga melakukan hal yang sama. 

Hal lain yang mama contohkan adalah bahwa kita tidak akan miskin apabila membelanjakan harta dengan membahagiakan orangtua. Nis lihat dengan mata kepala nisa sendiri bagaimana mama sangat peduli pada Almh Emak dan Bapak. Sehingga doa keduanya untuk mama dapat menembus lauful mahfuz Allah, yang mana berkahnya dapat kami rasakan. 

Mama orang yang mengajari kami untuk bersyukur. Bersyukur juga berarti tidak menginginkan apa yang oranglain miliki. Mama yang percaya bahwa kita usaha aja, biar Allah yang mencukupkan. Hal yang membuat nisa ngurang-ngurangin protes sama Allah. 

Apa yang Kamu teladani dari Mamamu ?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Kursus Matematika Kumon