Tips jadi membimbing anak belajar online


Banyak banget liat video Emak-emak marah karena belajar online. Marah ke sistem, ke corona, ke guru, ke sekolah, ke anak. Nisa juga keberatan dengan ini, tapi marah aja bukan solusi. Anak pinter kagak, stres iya! Berikut ini hal-hal yang nis lakukan ke anak di rumah ;

1. Mandiri
Biasain sedini mungkin anak mandiri. susah loh menghadapi anak yang ketergantungannya tinggi ke kita. Sementara kita harus berbagi peran.

2. Disiplin
Ditega-tegain, awalnya. dibilang emak kejam, emak galak. tantangan terbesar datang dari nyokap aka neneknya anak-anak. Dulu kami bersebrangan. tapi nis keukeuh, anak nisa, aturan nisa. Sekarang, Nyokap bisa ngerti. Apalagi setelah liat hasilnya. Anak-anak perlu sosok yang di segani. 

3. Komunikasi
Ini penting. Bangun komunikasi dua arah. Di mana ortu bisa bicara apa maunya dan anak mendengarkan, demikian juga sebaliknya. Anak-anak enggak pernah nangis njerit-njerit dari kecil karena komunikasi baik. "Bilang aja baik-baik, Apa yang kamu mau, kamu rasa..." ini mantra yang selalu nisa bilang ke anak-anak

4. Budayakan membaca
Dari kecil. Kepake banget loh buat anak-anak baca instruksi. Belajar online 90 % perintah dari guru tertulis. 

5. Ajarkan hal teknis 
Ajarin dari mulai gimana nyalain laptop / hp, instal email sekolah di gadget, cara akses zoom, google class room, cara masuk google class room, cara submit tugas, termasuk cara mencari jawaban / referensi di luar buku sekolah (google, wikipedia, dsb), gimana memperlakukan gadget (berapa jam harus di isi ulang batre, misalnya)

6. Tekankan mengenai hak dan kewajiban. 
Sesekali kasih hadiah klo mereka berhasil mengerjakan sesuatu, kasih pujian, pelukan. Kadang anak cuma butuh pengakuan. Misalnya "Good job, anak mama hebat" ketika mereka mengerjakan tugas sebelum deadline

Tantangan terbesar adalah Handphone. Terutama dari si Mas yang mulai beranjak remaja, yang mulai rebel. dia maunya serba cepet selesai, bodo amat ama hasil. demi mabar game. Gregetan deh! Selama belajar online ini prestasiny turun banget. Tapi mengadapi anak-anak ini kudu tarik ulur. 

Semoga bermanfaat. 

Dari Ibu yang masih belajar jadi orangtua

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Kursus Matematika Kumon