Ketika Duda bertemu Janda

Ketika Duda bertemu Janda (1)

Adalah si Aminah, singel mom yang punya banyak anak. Dia tengah dekat dengan seorang pria yang belum lama di tinggal wafat istrinya. teman kerjanya di sawah lama. Sebut saja, Dul. 

Berawal dari ucapan turut berdukacita di inbox fb, berlanjut ke whatsup dan telpon. Setelah pertemuan kedua, Aminah bermimpi didatangi seorang perempuan -yang tidak dia kenal. Perempuan itu datang membawa sebuah kemeja batik yang dia serahkan ke Aminah, dengan ekspresi dingin, tanpa bicara. lalu pergi. baru beberapa langkah perempuan itu berlalu, dia nengok, tersenyum kecil dan pergi. Kali ini benar-benar pergi. Aminah berusaha mengejarnya, ingin bertanya, kemudian terjaga. Begitu terus selama beberapa hari, mimpi itu datang selau tepat menjelang azan subuh. 

Dul, pria paruh baya ini tidak main-main dengan ucapan dan sikapnya. Dia meminang Aminah. Tidak peduli dengan ucapan orang, tidak hirau dengan kasta, acuh dengan perbedaan usia dan masa bodoh dengan kejujuran yang Aminah beberkan tentang hidupnya. Aminah adalah Ibu dari anak-anak yang masih kecil, diantaranya ada yang yatim dengan riwayat pernikahan yang buruk. tapi Dul tidak bergeming, pria ini tetap memilih Aminah. Bukan, bukan tidak ada yang mendekati Dul dalam kesendiriannya. Dul pria cerdas yang mumpuni di bidangnya, dia mapan dan sholeh. Ada banyak teman dan kolega yang begitu perhatian padanya, mengajukan sejumlah calon dari berbagai usia, para perempuan sholeha dan cerdas dari beragam latar belakang, beberapa diantaranya bahkan mengajukan diri untuk jadi istri Dul. 

Aminah membawa Dul pada keluarganya. Memperkenalkan pada Ibunya yang telah lama menjanda, menghidupi Aminah dan dua kakaknya seorang diri. Mendekatkan Dul pada anak-anaknya, pada realitas bahwa Aminah adalah Ibu dari anak-anaknya. Berharap Dul menyurutkan langkah, Tidak, tekad Dul begitu kuat. Bahkan saat semua orang bicara, memberikan opininya. dari bawahan sampai sekelas direktris sawah tempatnya kuli, Dul tidak peduli. Tidak sedikitpun Dul ragu. 

Dul telah meminang Aminah saat Dul memperkenalkan pada anak-anaknya, satu waktu dalam perkenalan itu, terjadi di luarkota bertepatan dengan seminar dan workshop profesi. Aminah melihat Dul memakai kemeja batik yang coraknya sangat dia kenal, kemeja itu...persis seperti yang perempuan dalam mimpinya berikan. Aminah hanya bisa menatap lekat Dul yang duduk tidak jauh darinya, lalu siapa perempuan itu ? ucap batinnya. 

Ketika seorang laki-laki mencintai perempuan, dia harus segera berpikir harus diapakan cintanya itu, akan dibiarkan menguap dan hilang, atau akan dibingkai menjadi keluarga sakinah, mawaddah dan warrahmah...3 bulan setelah pertemuan pertama, dipenghujung Oktober, Dul dan Aminah menikah di pulau Dewata. 

Pada satu kesempatan, Dul mengajak Aminah berkunjung ke rumahnya. Rumah yang pernah dia tempati bersama almh istri dan anak-anaknya. Di rumah itu, Aminah melihat potret perempuan yang pernah beberapa kali mendatanginya dalam mimpi, memberi kemeja batik. 

Al fatihaah...

0 Komentar