Pengalaman Sukses Bayi Tabung bersama dr. Indra NC Anwar, Sp.OG by. Vamella Hamdriani

Bismillah

Semoga sedikit cerita sy ini dapat bermanfaat untuk para pejuang kehamilan, terutama buat temen temenku yg sudah cukup lama menikah tapi belum juga dikasih keturunan.

Cerita ini berawal di sekitar tahun 2013 (Kira2 7bln setelah pernikahan), kami awalnya biasa aja, namun karena banyaknya pertanyaan belum hamil, akhirnya galaupun melanda di keluarga kecil kita (yg baru berdua), ada yg menyarankan utk diurut, ada yg menyarankan ke tabib china, ada yg menyarankan ke RS A, RS B, ke dokter A, ke dokter, dan semuanya telah kita jalanin.

.

Setelah dari RS A kami RS B, cari cari second opinion, bukannya tambah semangat malah makin down ketika diinfokan sy dinyatakan PCO bahkan PCOs hingga kami di judge tidak akan bisa memiliki keturunan (gentingnya hati, dicolek dikit langsung teriak) apa itu PCO/PCOs? ( untuk penjelasannya silahkan cek di google yaa😅). Sejak dinyatakan PCO seakan hidup sy rasanya hambar, alhamdulillah punya suami yg support full mulai dari jiwa sampai raga (eh kok jadi belok🙄

Akhirnya kita sempet berhenti dulu utk pengobatan dan semacamnya, sambil menata hati, dan akhirnya kita kembali rutin melakukan konsul dan pengobatan kembali, mulai dari gaya hidup, obat hormon, di cek lagi kondisi rahim dan masih juga belum berhasil, sampai disarankan untuk melakukan insem. 

Qodarullah dapet info dari temennya suami, kita direferensi ke Dr Indra di RS Bunda, apapun saat itu kita lakukan, meskipun perjalanan saat itu cukup memakan waktu di tengah waktu pekerjaan kita masing-masing.

.

Bertemu dgn dr. Indra dari awal kita sudah sangat comfort,  memberikan penjelasan sangat jelas dan terperinci, memberikan knowledge secara luas kepada kita terkait program, serta memberikan harapan baru bagi kita, dalam program reguler nya seperti biasa kita dihadapkan pada pola hidup sehat, obat stimulasi hormon hingga operasi laparoskopi dan dokter Indra pun bisa disebut sebagai psikiater juga lho cz nampung segala jenis cerita 😅

.

Tetiba sy dapat pengumuman dari suami, dinasnya akan pindah ke surabaya, awalnya sangat sedih, cz kita sedang intens program, namun ini merupakan tugas negara (siyapp grak). Dalam perjalanan sy banyak cari info terkait program bayi di Surabaya, sy kembali semangat setelah membaca artikel artikel, dan referensi dari Dr. Indra bahwa disana ada dokter yg ahli dalam menangani pco/pcos, dan sy pun resign dari pekerjaan, kita pun mencoba program kembali di surabaya dari program reguler hingga 2 kali program insem yg qodarullah gagal kembali. 

.

Oh iya selama program biasa hingga insem ada suntik hormon, yg melakukan suntik yaitu suami sendiri lho, masyaAllah kalo diinget suami itu multitalent juga ya (eh belok lagi 🤭), dan insem pertama dan kedua saat di surabaya ini akhirnya pun gagal 😭

Dan dan dan kita menata hati kembali, bukan kita sih, lebih tepatnya suami, hingga hati di titik terendah bahkan minus, suami ajak sy naik gunung semeru, ga sampai puncaknya sih tepatnya di ranukumbolo, masyaAllah disana kita bisa bener bener ngerasa bahwa kita ini tidak apa2, masih banyak yg perlu dinikmati dan disyukuri, intinya semua ini kehendak Allah, kita hanya diminta untuk doa (terutama doa orang tua), ikhtiar dan tawakal. 

Seiring berjalannya waktu, sambil menikmati keindahan alamnya timur Jawa, (sebenarnya ngilangin stress sih), banyak hal yg dikerjain sih jadinya, sambil jualan kuliner juga traveling ke wisata alam, dan akhirnya suami pun mendapat mandat kembali utk balik kanan alias dinas ke Jakarta. Alhamdulilah.

Setelah di Jakarta, sy tidak kemana-mana lagi, pikiran sy langsung tertuju pada dr. Indra, Dokter ini bener bener seperti ayah sy sendiri, sy diberikan semangat, motivasi, selalu diberikan keyakinan harapan itu ada, mulai program reguler kehamilan, serta laparoscopy hingga PROGRAM IVF. 

Sebelum itu kita cari hukum fiqih islam terkait program IVF atau bahasa umumnya bayi tabung, dan dibolehkan secara agama, dgn persyaratan yg ternyata yg disampaikan oleh Dr. Indra semua sudah sesuai dgn standar IVF DI RS Bunda. 

Dari sini sebenarnya yg kami harus dipersiapkan itu selain finansial yaitu HATI, karena program keberhasilan IVF ini dibawah 20% bahkan dibawah 10%, disini yg sangat perlu kita persiapkan yaitu kesehatan mental, keyakinan kita terhadap Dokter yg menjalankan program operasinya, Dr. Indra inilah yg memberikan keyakinan kuat terhadap sy bahwa program IVF ini akan berhasil. 

Saat proses injection sperm pun dilakukan di depan suami dgn Bismillah, lahaula wala quwata illa billah, robbi habli minash sholihin, robbi habli min ladun karohmah innaka samiuddua, proses nya pun relatif singkat dibanding SOP yang mengharuskan menahan pipis yg begitu lama sebelum injection 🤭

Setelah proses injection, seperti biasa ketika mental suami sedang down pasti dia tidak akan membersamai sy, ada aja reason utk keluar ruang operasi, biar downnya tidak terlihat sy, sehingga ketika membersamai sy semua akan berjalan baik-baik saja. 

Dan alhamdulillah, setelah penantian kurang lebih 5 th, qodarullah program IVF dgn Dr Indra ini berhasil setelah 14 hari akhirnya di testpack garisnya biru ada 2 (yg masyaAllah selama ini kita selalu nantikan) , dan sekarang sudah 2 tahun 9 bln mereka yg telah beranjak mulai besar, mereka itu kembar laki-laki dan perempuan yaitu bernama Shakeela Qisya Firmansyah dan Musa El-Khwarizme Firmansyah, malaikat malaikat anugerah serta amanah Allah yg sangat lucu menggemaskan pun akhirnya menemani hari hari kita saat ini





Jadi, untuk temen temenku yg belum mendapatkan keturunan, ayo jgn patah semangat, ikhtiar itu perlu, siapa tau Allah kasih jalan melalui dokter Indra 😂





Terima kasih kita haturkan terutama sy sebagai survivor PCO/PCOs terhadap Dr. Indra yg telah membantu kami mulai dari membangun hati kami hingga akhirnya melakukan program IVF, semoga dokter selalu diberikan kesehatan agar dapat memberikan banyak manfaat serta membantu para survivor untuk mendapatkan keturunan terlebih yg terindikasi PCO/PCOs, insyaAllah harapan itu selalu ada.. Aamiin.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Kursus Matematika Kumon