Hanya sepotong cerita anak


 
Ada seorang anak yang harus kehilangan arti bapak diusia yang sangat kecil, sebelum dia paham betul apa makna sosok bapak. Dia hanya bisa menerima bahwa dia punya bapak sambung yang sangat membenci dia hanya karena dia anak bawaan. 

Dia tidak pernah meminta terlahir dari rahim siapa, tidak pernah bermimpi bapaknya pergi. 
Masa SD, Dia bergumul dengan pedih dan rendah diri. diasingkan di rumahnya sendiri dan di bully di sekolah beragama tempatnya belajar. Karena kulitnya lebih gelap, karena ibunya tidak bergaul di lingkungan ibu-ibu lain yang "the have". Ibunya harus mencari sejumput nafkah halal untuknya. 

"Anak itu Bapaknya udah mati kan ya ? Buang aja lah ke panti asuhan. klo enggak, kita cerai" itu bukan pilihan. anak adalah darah daging- amanah Allah yang harus dijaga dan dipertanggung jawabkan dunia akhirat. 

"Aku baik-baik aja. Mama jangan cerai. Aku enggak mau adik-adikku punya Bapak tiri, punya adik tiri. Biar aku yang rasa itu. Aku bisa tinggal sama nenek. Sebentar lagi aku besar" katanya waktu duduk di kelas 6 

Ibu waras manapun tau apa yang harus dilakukan. 

Ketika semuanya sudah menjadi jauh lebih...ajaibnya, anak itu tidak menyimpan dendam. Dia menjaga adik-adiknya dengan baik, menyayangi dan memperhatikan mereka. Walau Bapaknya pernah menorehkan luka dan mungkin trauma. Dia melayani adik-adiknya, memberi contoh yang baik. 

"Aku memutuskan untuk mengampuni dan mengasihinya. Sebagaimana aku ingin Allah dan orang lain melakukannya atas banyaknya dosa dan kesalahanku" katanya lirih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Kursus Matematika Kumon