Cara meLAWAN Pelecehan Seksual

Menjadi perempuan di negara berkembang tidaklah enak. Perempuan harus menghadapi stigma,  bahkan dari apa yang dipakainya. dan yang paling menyakitkan adalah menjadi korban penyimpangan seksual.

Nis menolak takut dan berusaha sebisa mungkin menyembunyikan rasa terkejut. Karena itu yang orang-orang sakit jiwa itu mau. dan tidak ada yang melindungi diri ini,  selain perempuan itu sendiri. Nis merasa,  negara belum sepenuhnya hadir untuk melindungi perempuan. Nis merasa terluka dengan perundang-undangan yang tidak berpihak pada perempuan. Polisi? Apa yang bisa diharapkan dari aparat yang sampai hati bertanyaan, ganti gaya enggak...kamu melihat ke arah mana... pada BAP korban pemerkosaan. bikin darah mendidih.

Suatu kali,  dikereta api yang padat,  seseorang menyentuh bagian tubuh belakang nisa berulangkali. Saat nis sadar dia laki-laki yang sedang menggesekan alat kelaminnya,  nis berbalik badan (sampai wajah kami berhadapan) tawanya yang membuat nisa tanpa ragu menghantamkan kepala nisa ke kepalanya. Seluruh gerbong melihat kami. Tanpa perlawanan,  lelaki itu mejauh dari nisa dan turun di stasiun berikutnya.

Lain waktu di angkot yang sepi, seorang lelaki yang duduk di dekat nisa,  mengeluarkan alat kelaminnya sambil mendekatkan tubuhnya,  Menunjukan dengan bangga. Jijik. Alih-alih nisa membuang muka atau turun,  nis tarik alat kelamin sekeras-kerasnya. Wajah bangganya seketika berubah merah padam. Waktu itu,  nis sudah siap mental. Beladiri tangan kosong (Betako) adalah keahlian nisa. tapi lelaki itu langsung turun dalam keadaan angkot yang masih berjalan.

Saat sedang berada jauh dari rumah,  di sebuah pantai yang cantik dalam travelling dan menyelam,  nis menyewa sebuah pondokan sederhana murah. Saat sedang menyikat gigi dan mencuci muka (belum buka buka) nis sadar,  ada orang di balik dinding yang sedang memperhatikan nisa. Dinding itu, bolong - mungkin bekas paralon yang tidak ditutup dengan sempurna? Nis tiup lubang tsb sehingga serpihan dindingnya masuk ke dalam mata si pengintip. Beberapa jam kemudian, saat sarapan pagi,  nis lihat mata bapak pemilik pondokan bengkak merah.

Satu kata : LAWAN
Tulisan ini nis dedikasikan untuk perempuan di Tasikmalaya yang disiram sperma di jalan. Nis marah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Percobaan Telur Melayang di Air Garam

Pengalaman Kursus Matematika Kumon