Kenapa hamil tua sering sesak nafas?

Beberapa hari yang lalu ke Jakarta karena ada urusan. hari itu tanggal ganjil,  suami yang udah dari pagi ke RS bawa mobil plat ganjil. dirumah cuma ada mobil plat genap. Nekat hihihi.  Tol andalanku dari Bekasi ke Jakarta adalah Becakayu. turun di DI Panjaitan lurus terus sampe belokan Pramuka,  nah abis itu tergantung tujuan. Menempuh jalan ini biasanya butuh waktu 45 menit aja dengan modal e toll 14 ribu. Masalahnya, begitu turun toll sampai belok pramuka adalah area ganjil genap.


Drama bermula setelah turun dari flyover setelah belokan jatinegara (lupa apa namanya), waze nunjukin warna kuning dan "police reported a head" rupanya,  ada razia ganjil genap.  3 meter didepan HRV polisi memberi tanda untuk nis berhenti dipinggir. ada beberapa mobil-mobil bandel lainnya.

Sementara pengendara lainnya duduk manis di balik kemudi,  nis memilih turun membawa stnk,  sim dan mental salah siap ditilang. Menjelang tengah hari, Mentari bersinar terik, keringat mulai menetes.  dengan nafas tersegal nis berdiri disebelah kap HRV menjawab pertanyaan pak polisi sambil mengelus perut. Dari mana, mau kemana?  Kenapa pake mobil genap di tanggal ganjil?  hamil berapa bulan? dan Ibu enggak kenapa-kenapa? pertanyanya terakhir ini hanya nis jawab helaan nafas berat.

"Sudah-sudah.  Ibu langsung ke rumahsakit saja dikawal anggota" kata pak polisi baik itu

... Duh pak padahal saya baik-baik aja. Cuma karena uterus yg membesar ke atas, mendesak organ Intra abdomen lain ke atas, sehingga diafragma terdorong dan geraknya terbatas.  Itu yang menyebabkan Darah juga terjadi hemodilusi sehingga relatif anemi jadi jantung haruss bekerja lebih berat. Jadi ibu yang hamil tua kaya saya sering ngap (nafas berat).

Nis buru-buru masuk ke mobil dan bilang terimakasih sebelum beliau berubah pikiran. sewaktu nis belok ke rumahsakit bersalin ditikungan menteng,  nis melambaikan tangan tanda terimakasih untuk anggota yang mendapat perintah mengikuti nis dengan motor polisi.

Minggu ke 25.

0 Komentar