Sudah Sarapan ???

Gabuswetan medeo 90 an...

Nis selalu terbangun dipagi hari  dengan aroma kayu bakar atau bau nasi panas dalam kukusan yang baru diangkat dari dandang. keharuman itu, seolah menggedor masuk melalui celah udara kamar yang terhubung ke pawon sederhana rumah almh emak.



Tak perlu melihat jam dinding (satu-satunya informasi waktu yang akurat di rumah tua itu), karena bisa dipastikan bahwa saat itu emak memulai harinya sebelum mentari terbit, sebelum azan subuh berkumandang. Jangan bayangan emak mengolah makanan sederhana lezat nan bergizi di dapur ala eropa yang mewah. Pawon merupakan tumpukan batu bata dengan lubang bulat diatasnya dan lubang persegi di sisinya untuk memasukan kayu bakar yang kami dapat dari sawah /kebun. Api dari sulutan korek harus ditiup dengan mulut melalui lubang bambu  agar dapat menganyam kayu. Berjibaku dengan asap yang membuat perih mata, bara api yang menyengat kulit tak pernah menyenangkan.



Demikian almh emak melayani hari kami. setiap orang yang keluar dari rumah harus sarapan. Bapak kesawah butuh energi, Nis dan para sepupu kesekolah juga butuh "bahan bakar" kadia (walaupun dalam bahasa indramayu) mung (cuma) sega (nasi) bari (dengan) oncom lan (dan) sambal. sampe detik ini, klo melek mata, nis harus makan. gagal gokus klo ga makan terus masuk kelas / kerja.

Peraturan yang sama nis terapkan di rumah.  ada perasaan bersalah klo membiarkan suami dan anak-anak berangkat pagi tanpa sarapan. operasi pagi biasanya yang sering membuat papi berangkat hanya menyeruput teh manis panasnya aja. beruntung ada go food yang bisa ku pesan dan dinikmati papi di tempatnya  mengais nafkah halal.

Alfatihaa untuk mu, Mak. Perempuan kampung buta huruf yang banyak sekali memberi teladan dan mengajarkan hal-hal baik. Tanpa sempat Nis membalasnya. semoga Allah berkenan memasukan Emak ke surgaNYA...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Percobaan Telur Melayang di Air Garam

Pengalaman Kursus Matematika Kumon