Aku percaya, Anak ku lahir lengkap dengan rejekinya

Aku yang mau janin ini lahir ke dunia walau aku tau resikonya. ku telan semua luka-luka hingga hanya Tuhan yang menjadi perisai ku.

Saat ia lahir, aku sungguh mencintainya. Kami tumbuh dan berproses bersama dalam kehidupan. Ia mengerti segala kekurangan ku. ia belahan jiwa ku, sampai mati, aku rela menukar semua yang ku miliki demi setiap senyumnya.



Satu-satunya penyesalan ku adalah pernah meragukan kebesaran Tuhan. apa aku bisa menerima amanah ini ? bisa membahagiakannya ? Nyatanya, hingga detik ini, tangan Tuhan terus merenda hidup kami. kami hanya perlu mensyukurinya. Tuhan tidak pernah membiarkan aku betul-betul sendiri. Walau sederhana, ia punya apa yang teman-temannya miliki, tuhan menitipkan ia lengkap dengan rejekinya. anak itu tidak pernah merasakan lapar, selalu bersekolah disekolah-sekolah terbaik dan selalu bisa mewujudkan apapun inginnya, walau butuh waktu dan kerjakeras.
Jikapun ia pernah ada dalam keadaan yang tidak baik, Tuhan tidak pernah sedikitpun melepasnya. Justru kedewasaan dan kecerdasan emosinya ditempa dengan baik pada masa-masa itu. Ia memilih mengampuni dan tidak membenci siapapun yang menyakitinya.

Lalu Tuhan mengabulkan doa Ia. dikirimnya seorang malaikat tak bersayap untuk kami. sosok bapak yang mengayomi, melindungi dan penuh kasih sayang. yang tak henti membuat kami bahagia dan optimis memandang kehidupan.

..."Aku mau jadi Obsgyn yang rendah hati, Ma. kayak Papi" kata ia tadi pagi

Teruslah berproses menjadi lebih baik dan wujudkan mimpi, kak. selalu andalkan Tuhan dalam tiap langkah mu.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Percobaan Telur Melayang di Air Garam

Pengalaman Kursus Matematika Kumon