Cari uang

Semalam, mas menemani ku ke Kecamatan Bekasi Selatan. Pelayanan di kantor pemerintahan itu, buka hingga pukul 20. Setelah itu,  kami makan ayam goreng di warung kaki lima tepat diseberang Kecamatan.

Silih berganti,  mereka datang mengais rejeki kehadapan kami. Anak-anak yang mengecat tubuhnya dengan tinta metalik, anak-anak dengan ondel-ondel, ibu yang menggendong batitanya hanya dengan menyodorkan bungkus bekas permen,  transgender dengan radio tape dan suguhan goyang pinggul aduhai, difabel dengan wajah memelas,  seorang pemuda dengan gitarnya. Mas memberikan uang-uang kecil yang ku taruh di tangannya sewaktu kami duduk.

Dalam perjalanan pulang sepanjang jalan Pekayon,  dia bilang, "orang-orang itu melakukan pengorbanan demi uang ya Ma. Betapa uang susah dicarinya"

"Mangkanya,  mas sekolah yang bener. biar mas punya keahlian. supaya mas bisa menolong diri mas sendiri" kataku

"Iya,  Ma. Terimakasih udah jadi Mamanya Mas" katanya

Terharu,  guys!

Lalu Mas diam menatap jalan raya. lamat-lamat ku dengar dengkuran halusnya. dilampu merah,  kutarik sandaran kursinya kebelakang sambul kuusap kepalanya.

... Tumbuhlah menjadi lelaki sholeh yang cerdas dan senantiasa beruntung,  Mas. Agar berguna serta dapat memanusiakan manusia lain.

0 Komentar