Semangat Pagi (Cerpen)

Sebut saja Senja. lelaki penggila buku, seni dan sejarah. dia punya teman baik bernama Pagi. perempuan yang ditempa oleh alam, dia pembaca buku dan memiliki daya jelajah yang luas. Hanya mereka yang mengerti hubungan di antara keduanya sebagai lelaki dan perempuan dewasa.

Buku kerap kali memantik diskusi mereka. seringnya argumen yang terbangun begitu saja. bukan sesuatu yang mereka yakini. dan diskusi itu tidak pernah terbatas pada benar salah atau baik buruk. acapkali juga, diskusi itu meliar tanpa kesimpulan. mereka saling bicara,  mendengar dan cukup dewasa untuk tidak berkonfrontasi memaksa "warna" nya diterima.



Tidak jarang mereka bertemu di tempat-tempat yang tidak mereka rencanakan sebelumnya. Perpustakaan, museum, pantai, keramaian kota,  pagelaran teater, kuliner yang lagi hits, bioskop. Sesekali pertemuan itu dihiasi dengan canda tawa tapi diskusi yang senantiasa ada. Layaknya pelangi atau suara binatang yang menjemput malam,  yang kerapkali membuat romatis suatu senja.

Sekalipun,  Senja tidak pernah merasa terintimidasi dengan kecerdasan Pagi. demikian juga Pagi yang tidak pernah merasa harus menjadi oranglain dalam mengeluarkan apa yang dia rasa,  dia lihat dan ada pada pikirannya. Semua mengalir begitu saja. Mereka saling menikmati.

Hingga pada suatu hari,  pagi dijemput mendung. pagi tetap ada dan menemui senja. tapi pagi tak lagi cerah. pagi memilih jalan hidupnya sendiri. Mendung bukan senja.
Mendung terlalu percaya diri bahwa angin,  petir dan hujan yang di bawanya sanggup menentramkan dunia. mendung lupa bahwa pagi senantiasa butuh mentari. begitulah hidup.

Pagi, senja bukan hanya pergi berkalang gelap. tapi juga menghilang sebagai partner diskusi,  pendengar yang baik dan seseorang yang mengajarkan artinya sepakat untuk tidak sepakat.

Duhai pagi, semoga engkau menemui bahagia yang telah hilang dalam gelapnya kabut mendung yang menarik garis tegas,  agar engkau menjadi seperti yang ia mau.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Kursus Matematika Kumon