Ihhh, ga sopan banget. Anak siapa sih? Ga pernah diajarin kali sama mamanya?!




Aku anak bungsu mama.

Pada masanya,  aku pernah lupa bahwa mama yang mengajari ku bicara, baca tulis dan berpikir kritis nan logis. Namun,  kerap kali aku memposisikan diri berkonfrontasi dengan mama. Aku satu-satunya anak mama yang berani menyampaikan kritik atau ketidaksukaan ku secara langsung dihadapan mama. Ego ku yang teramat tinggi seringkali menjadi biang keladinya,  sebelum aku menjadi ibu.



Mama ku selalu sabar mengahadapi aku. Diskusi kami selalu mengalir. Mama mengajari ku bersikap melalui contoh sikapnya sendiri. Bahwa perempuan jawa apalagi yang berpendidikan tinggi tidak menyampaikan ketidaksetujuannya secara frontal, tidak mengatakan penolakannya secara langsung dan tidak mengatakan hal buruk dari lisannya.

Aku mencontoh keluwesan mama dalam bergaul. Dengan kerendahan hatinya, Mama yang bisa diterima bergaul dengan siapa saja. Tua muda,  kaya miskin... Mama pandai berbasa basi -tapi maksud dan tujuannya selalu sampai dengan baik.

Mama tak segan meminta maaf dengan kami,  klo mama salah. Begitu juga dengan orang lain. Rasanya mama tak pernah alpa menyebut tolong dan terimakasih dalam kesehariannya. Serta menyebut nama orang lengkap dengan sangannyannya "Mas... Mbak.. Kakak... Adek... "

Pesan mama pada ku,  sepahit papun hati... Sikap harus tetap manis dan lembut :) semua itu hanya bisa terealisasi jika berasal dari hati yang terus membumi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Kursus Matematika Kumon