Hunter Killer - Film pemantik rasa ingin tahu anak akan khasanah sejarah dan politik Rusia - Amerika

Hunter Killer



Pagi ini,  dimejamakan kami masih mendiskusikan film perang Amerika-Rusia yang justru misinya berubah menjadi penyelamatan presiden Rusia saat tau bahwa perang ini merupakan sebuah upaya sabotase kekuasaan yang dilakukan oleh mentri pertahanan Rusia. Terlepas dari sudut pandang dan cerita itu benar atau fiktif, diskusi kami meluas hingga sejarah dan politik Rusia -Amerika. Tentu,  sebagai ibu,  ini informasi yang harus bisa dipertanggungjawabkan. Karena penasarannya, anak-anak mungkin bisa menggali lebih dalam melalui beragam sumber. Memantik rasa ingin tau dalm rangka menggali bakat dan minat itu penting.



Menurut nis, film ini bagus. Mengajarkan pada kita,  bahwa siapapun harus diperlakukan dengan manusiawi. Musuh kita sekalipun. Ketika kapten kapal selam Amerika memutuskan untuk membantu kapten kapal selam Rusia dan awalknya yang tersisa dari sabotase dan memperlakuka mereka dengan baik selama berada dikapalnya,  hal itu sangat menyentuh hati. Atau ketika si kapten kapal menerim aperintah dari Washington untuk menyelamatkan presiden Rusia yang ditahan pembelot dimarkas besar angkatan bersenjatanya sendiri,  si kapten kapal selam Amerika mempercayakan keselamatan seluruh awaknya dan harga diri bangsanya dengan meminta sang kapten kapal Rusia untuk menuntun jalan mendekati pelabuhan yang menjadi markas besar angkatan bersenjata Rusia. Kerjasama itu membuahkan hasil. Kapal selam Amerika berhasil masuk melewati ranjau dan sonar sensor suara untuk menyelamatkan presiden Rusia.

Film ini juga mengajarkan kita untuk berkomunikasi dengan baik,  terhadap lawan kita sekalipun. Respect other, klo mas bilang. Waktu itu, kapal perang penghancur diperintah untuk menenggelamkan kapal selam Amerika yang berhasil membawa Presiden Rusia dari para pembelot. Satu kali serangan kapal penghancur itu sanggup membuat kapal itu berantakan. Bocor disana-sini. Ruang terpedo rusak parah. Alih-alih melawan dengan sisa kekuatan terakhir,  sang kapten kapal selam Amerika justru melobi kapten kapal Rusia yang notabene pelatih seluruh awak kapal penghancur Rusia. Melalui sambungan telpon,  secara bergantian sang kapten kapal rusia dan pak presiden (pemangku kekuasaan tertinggi) mengabarkan keberadaannya dikapal selam amerika atas keinginannya sendiri. Semua aksi terhadap kapal perang amerika dianggap sebagai tindakan pngkhianantan terhadap negara. Atas nama penghormatan terhadap senior pelatihnya,  seluruh awak kapal penghancur menolak menjalankan perintah. Walau mereka ditekan dibawah todogan senjata api.
Kapten kapal penghancur melapor ke mentri pertahanan bahwa awaknya menolak menggempur kapal selam Amerika,  yang dijawab oleh sang mentri pertahanan bahwa dia yang akan melakukannya sendiri. Perlawanan tak seimbang. Kami penonton dibuat tegang, pasti luluh lantak kapal selam amerika ini. Ternyata tidak,  kapten kapal selam amerika memang men-siagakan team dan senjatanya untuk melawan seperti perintah Washington,  tapi dia lagi-lagi tidak menggunakan senjatanya. Tidak menembak lebih dulu. Tidak juga melawan. Walau diprotes seluruh teamnya,  walau terancam diadili dimahkamah militer,  kapten kapal selam Amerika ini tetap teguh pada pendiriannya. Pada akhirnya,  kapal penghancur rusia-sesuatu yang sehatusnya menjadi lawan malah melindungi mereka dari para pembelot,  bahkan menghancurkan markas angkatan bersenjatanya sendiri.

Kerjasama dan kekompakan team juga sangat penting dalam hal ini. Jadi,  pilih BENAR atau SELAMAT???

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Kursus Matematika Kumon