Makan Cinta Masuk Angin !

Seorang teman anak ku bercerita. remaja putri yang telah lulus SMA itu mencurahkan isi hatinya sambil bercucuran air mata. "Klo liat Tante kayak liat Mama. masih muda, cantik. sayangnya, Mama ku enggak baik. Mama lebih milih pacarnya dan ninggalin Bapak, Aku juga Adik (keduanya perempuan) buat nikah sama pacarnya yang enggak banget. Boleh Aku minta peluk Tante sebentar aja ?"

...Glek!



Sebut saja sereh, perempuan 30 an yang beda usia dengan putrinya hanya belasan tahun. dia dinikahkan orangtuanya dengan pria paruh baya beranak dua laki-laki yang ditinggal mati istrinya yang sakit. Lada nama pria yang berprofesi sebagai supir ekspedisi sebuah pabrik. pria yang matang, pendiam, baik dan bertanggungjawab. Lada memenuhi semua kebutuhan istri dan 2 anak perempuan. 2 anak lainnya telah menikah. sehari-hari, istrinya diberi uang 100 ribu rupiah untuk masak dan jajan. Istrinya diberi modal untuk berdagang kecil-kecilan dirumah. sedangkan urusan lainnya sudah terselesai dengan baik oleh lada.
Bukan tugas Nisa untuk menilai apakah hal ini dirasa bijak atau tidak.

Sereh berhutang kesana kemari untuk membeli pakaian up to date, tas, sepatu, HP keluaran terbaru, make up keluaran MLM ternama dsb. sereh sering tidak ada dirumah. semua urusan rumah beralih kepada dua anak remajanya. warung mereka terbengkalai sementara rentenir-rentenir itu menagih kerumah dan demi nama baik istrinya, Lada menyelesaikannya.

Lada tak banyak bicara. sebaliknya, kata-kata kasar merendahkan nan menyakitkan hati kerap kali tersaji dirumah sederhana mereka. batin dua anak remaja ini teriris pilu "Gue tuh ga pernah cinta sama lu, bandot tua!"

Sampai pada suatu hari, Lada dan kedua anaknya menegur sereh. tidak terima, sereh pulang kerumah orangtuanya. lalu menghilang. nomor hp nya tidak lagi bisa dihubungi. setelah berbulan-bulan, menjelang Idul Fitri lalu sereh pulang kerumah orangtuanya dalam keadaan hamil besar. dihadapan kedua remaja putrinya, sereh mengaku sudah menikah sirri dengan bujangan paruhbaya -seorang buruh kasar- tinggal disebuah kontrakan dipinggiran Bekasi. sereh meminta maaf tidak bisa memberi apa-apa menjelang hari raya, hidupnya pas-pasan dan butuh biaya untuk melahirkan.

Ya Allah, Tante...Aku dan adik aku harus gimana ? bahkan hati aku meronta buat bersikap manis ke Mama. buat manggil bapak ke suami baru mama - seperti yang mama suruh...

..."Aku kangen Mama, Tan. Tapi ga sudi sama kelakuannya :(" katanya marah

*
Apapun yang terjadi dengan rumah tangga ku, sumpah demi Allah, haram hukumnya buat lepas tanggung jawab atas darah daging yang Allah amanatkan.

**
Yang ku takutkan dari "salah memilih" pendamping hidup ketika menjadi orangtua tunggal adalah susah ku menjadi susah anak.

***
Ketika orangtua bercerai, orangtua bukan hanya wajib memberi nafkah tapi juga kasih sayang tak boleh kurang. justru perceraian harus menjadikan anak mendapat perhatian lebih dari orangtua sambungnya.

****
MAKAN CINTA, MASUK ANGIN !!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Kursus Matematika Kumon