Bisa Apa, Mama diusianya Fathan sekarang?

Mama bisa apa, seumuran kamu dulu mas ?

Kamu yang punya habit belajar tanpa disuruh

Kamu yang menempa diri dengan disiplin tinggi, jam 1 pagi sudah nyenyak diperaduan. Entah mimpi atau apa, kamu tiba-tiba terjaga. Duduk dimeja belajar dengan kantuk untuk sebuah homework. Mama terbaring lemah di rumahsakit post op laparoskopi waktu itu.

Kamu yang tidak beranjak pergi ketika angka mempersulit mu. Level Kumon mu setara dengan pelajaran kelas 7. dan kamu tidak menyerah.

Kamu yang menerima segala perbedaan dengan hanya satu argumen "Dia manusia, sama kayak saya"

Kamu yang penurut dengan segala kelogisan

Kamu yang kuat dengan hafalan

Kamu yang suka sekali membaca

Kamu yang selalu berusaha melindungi Mama

Kamu yang tidak keberatan berbagi dan membantu teman mu belajar

Kamu yang keras ketika hargadiri terinjak

Kamu yang tidak pernah mau menawar kewajiban mu sebagai Muslim

Kamu yang tetap mau sekolah walau sakit, walau hujan badai, walau harus menembus banjir

Kamu yang tidak malu bersepatu butut, bercelana robek. Walau kamu punya. Atasnama kenyamanan.

Kamu yang pandai mengatur uang

Kamu yang tidak rewel perkara makan namun pecinta belut goreng.

Kamu yang selalu mengajukan pertanyaan kritis diluar yang Mama perkirakan - dan Guru guru mu disekolah Internasional juga mengatakannya berulangkali ketika pembagian rapot- hal ini, sejujuranya yang membuat Mama terus belajar. Supaya Mama enggak terlihat bodoh dihadapan mu, Mas.

Kamu yang tidak peenah merengek.

Kamu yang selalu mengutarakan ketidaksetujuan mu terhadap guru mu dipengajian dengan pertanyaan-pertanyaan yang terkesan polos namun bermakna dalam, yang acapkali dibenturkan dengan "Itu yang tertulis didalam Quran" pertanyaan yang mengguncang pemahaman mereka yang menelan bulat begitu saja. lanjutkan, Nak. Walau Mama berulangkali harus menerima teguran untuk "meluruskan" pemahaman mu

Kamu yang 9 tahun tapi paham mana yang baik dan tidak

Kamu yang memanjakan Mama dengan segala prestasi dan sikap baik mu. Sayang, buat mama, mas yang terbaik. jangankan menang, nak. Kamu berlaga di perlombaan matematika aja mama udah seneng dan bangga mas. Seumuran kamu, boro-boro ajang internasional mecahin soal matematika berbahasa inggris, dikasih soal matematika terus enggak ngerti aja mama nangis dikelas :(

Kamu, sumber segala inspirasi, semangat dan syukur Mama...


0 Komentar