True Story Horor mengenai hutang si mayit yang belum lunas

Sebut saja namanya Bening,  dia menyanggupi permintaan tolong temannya, si kaca. Untuk jaga disebuah inhouse klinik sebuah hotel berbintang milik Birru -teman sekantor kaca. 300 ribu fee yang dijanjikan untuk bekerja dari jam 17-21 Maka, setiap pulang kerja dirumah sakit, Bening memenuhi komitmen itu. Kecuali hari minggu,  selama sebulan,  Bening melakukan tugasnya. Saat akhir bulan,  Bening hanya menerima 3 juta rupiah. Sisanya dijanjikan besok. Besok yang tidak pernah terealisasi karena Birru menutup segala akses komunikasi.

Setahun berlalu,  dibulan ramadhan,  saat pulang kampung,  Bening terjaga ditengah tidurnya. Dia merasa ada sesosok pria yang berada dihadapannya diluar kelambu tempat tidurnya. Bukan itu saja,  Bening juga merasa bahwa ada yang mengikutinya. Ekormatanya seringkali menangkap sesosok bayangan itu. Waullahualam...Bening cuma bisa berdoa.

Hingga pada suatu hari,  setelah Ied Fitr,  Kaca menghubungi Bening untuk mengucapkan selamat hari raya. Kaca menyampaikan bahwa Birru telah berpulang ke rahmatullah beberapa bulan yang lalu setelah dirawat di rumah sakit akibat keluhan disekitar perutnya. Dimoment itu pula,  Bening menyatakan bahwa ada urusan Habluminannas dengan alm Birru yang belum selesai. Kaca meminta maaf karena telah memperkenalkan dg orang yang salah. Bening galau. Hatinya tidak bisa meikhlaskan. Bukan hanya perihal nominal, tapi juga etika.  Kalau memang Birru tidak sanggup menyelesaikan perkara itu,  kenapa tidak bicara baik-baik?

Berbekal alamat yang diberikan oleh rekan paramedis, Bening memutuskan untuk bersilahturrahmi dg keluarga alm Birru. Urusan itu,  akhirnya diselesaikan dengan cara dicicil selama beberapa bulan oleh istri alm yang ternyata seprofesi dg Bening.

Setelah cicilan terakhir diterima oleh Bening melalui transfer bank,  malam harinya,  alm Birru mendatangi Bening melalui mimpi. Hanya tersenyum kemudia berbalik badan dan perlahan sosoknya hilang.


Komentar

Hutang bener2 emang perkara yang ga boleh disepelein, soalnya bisa ditagih sampai akhirat hih serem...

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Kursus Matematika Kumon