Bedanya Halusinasi, Ilusi dan Delusi

halusinasi, ilusi, atau delusi

Kamu suka melamun? Berimajinasi membayangkan punya kekuatan yang super. Atau berangan-angan jadi orang kaya nan populer. Atau berandai2 jadi mata-mata yang akan menguak seuatu konspirasi dunia?

Boleh-boleh aja..
Selama imajinasi ini masih bisa kita pisahkan dari dunia nyata. Jika batas antara dunia fantasi dengan dunia nyata dirasa menjadi semakin kabur, maka ini bisa jadi berbahaya dan menimbulkan penyakit pada mental. Ada 3 gejala yang mungkin muncul, yaitu halusinasi, ilusi, dan delusi. Cara mudah membedakannya gini:

Halusinasi:
Kamu liat di depan pintu ada monster, padahal sebenernya ga ada siapa2 di situ (halusinasi visual).
Atau
Kamu dengar ada suara2 orang membisikkan hal jahat padamu, padahal ga ada siapa-siapa, dan ga ada orang lain yang dengar (halusinasi auditorik).

Ilusi:
Kamu lihat di depan pintu ada monster menyeramkan bawa senjata, padahal sebenernya itu cuma orang biasa yang sedang bawa makanan. Sosok manusia itu berubah menjadi monster di dalam pikiran.

Delusi:
Kamu lihat di depan pintu ada orang yang kamu yakin dia datang untuk bunuh kamu, padahal itu orang ga ngapa2in (delusion of paranoia)
Atau.
Kamu lihat di depan pintu ada orang, yang kamu yakin bahwa dia dan orang di seluruh dunia datang untuk memuja  dirimu (delusion of grandiosity).

Sebutan ini tidak serta-merta berlaku untuk anak-anak, karena memang masih punya daya imajinasi tinggi.

Pernah mengalaminya?


0 Komentar