Penyebab Mimisan



5 Pertanyaan Seputar Mimisan (epistaxis)

Hampir semua orang pernah merasakan mimisan. Sejak kecil jaman offline, lari2 jatuh & mimisan adalah hal yang biasa. Sampai jaman now yang akrab dengan gadget, asyik liat layar, eh tanpa sadar keluar darah dari idung. Penanganan mimisan sudah banyak dipahami masyarakat, namun tidak semuanya benar. Ada beberapa hal yang kurang tepat menurut sudut pandang medis. Coba simak 5 poin di bawah ini.
.
1. Mimisan itu tanda kanker otak?
--> seseorang yang mempunyai tumor otak atau kanker rongga hidung bisa menyebabkan mimisan, namun tidak semua mimisan disebabkan oleh kanker.
Secara umum, mimisan disebabkan oleh 2 hal, yaitu:
1) trauma langsung pada hidung yang menyebabkan pecahnya pembuluh darah hidung, misal: terbentur, ngupil terlalu keras atau hidung kemasukan benda asing, pindah ke ruang ber-AC dari luar ruangan yg panas atau sebaliknya, dam adanya kelainan struktur pembuluh darah rongga hidung baik itu karena bawaan lahir dan kanker (sangat jarang).
2) penyebab tidak langsung, misalnya pengidap hipertensi (tekanan darah tinggi), gangguan pembekuan darah (darah sangat encer), dll.
.
2. Liat gambar orang cakep bisa bikin mimisan?
--> Tidak literally seperti itu. Tapi pada kasus tertentu bisa saja terjadi. Makanya sering digambarkan di anime / drama jepang, liat sesuatu yang "hot" langsung mimisan.
Penjelasannya seperti ini: orang yang memiliki tekanan darah tinggi kronis (menahun) atau orang yang memiliki jenis pembuluh darah hidung yang rapuh, rentan mimisan sewaktu2 kalau ada pemicunya. Saat sedang kaget, cemas, atau keadaan emosional yang muncul tiba2 karena melihat sesuatu yang mencengangkan, tekanan darah akan naik mendadak. Pembuluh darah hidung tidak sempat menyesuaikan diri, akhirnya pecah dan menyebabkan mimisan.
.
3. Mimisan diobati dengan menyumbat dengan kapas atau daun sirih.
--> Cara ini kurang tepat karena perdarahan kurang cepat berhenti dan masuknya kapas/daun ke hidung bisa mengiritasi selaput lendir hidung & membuat infeksi. Perdarahan dapat dikurangi bukan dengan sumbatan kapas atau daun sirih, lebih tepat jika disumbat manual dengan cara memencet cuping hidung dengan kedua jari selama 5-10 menit. Selama itu nafas pakai mulut. Boleh juga hidung dikompres dengan es atau air dingin. Jika perdarahan tidak berhenti, maka harus segera ke IGD untuk mendapat pertolongan lebih lanjut, misal dengan pemasangan tampon dengan kassa steril dan obat.
.
4. Kepala harus mendongak ke atas supaya darah berhenti mengalir
--> Cara ini kurang tepat karena darah akan tetap mengalir namun berbalik arah ke jalan nafas, dan menyumbat jalan nafas. Lebih baik kepala menunduk sambil hidung dipencet. Sekalipun perdarahan masih berlangsung, darah lebih baik dialirkan keluar.
.
5. Harus bersin supaya mimisan cepat berhenti
--> Kurang tepat. Sebaiknya saat mimisan jangan bersin karena akan melukai selaput lendir hidung. Sekalipun bersin, sebisa mungkin mulut terbuka, sehingga tekanan udara tidak banyak melalui hidung.
.
Itulah 5 hal yang sering dipertanyakan terkait dengan mimisan. Jadi kalau ada kerabat atau teman yang mengalaminya, kita bisa memberi tau cara penanganan yang tepat.


dr. Rhama P. Bharata

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Kursus Matematika Kumon