CELUP sibuk dengan aib orang

"Orang cerdas membicarakan masa depan.
Orang biasa membicarakan masa lalu.
Orang bodoh sibuk mencari aib orang lain."

Ini adalah satu kalimat yg pas menggambarkan betapa kepo-nya gerakan CELUP sendiri. Diprakarsai oleh siswa yang katanya maha, semester V UPN VETERAN JATIM, Fadhli Zaky yg merangkap koordinator kampanye.

Alih2 sok berlagak peduli dengan tindak asusila itu sendiri, CELUP tak punya hak kewenangan dalam gerakan "cekrek, upload dan laporkan" terhadap keasusilan diruang publik.

Apalagi motto yang diusungnya "Pergokin yuk, biar kapok". Yakin setelah cekrek kemudian ybs kapok?. Ketidak solutifan terpampang dari kata2 tersebut.

Kemudian "Pelaku tindak asusila pidana kurungan 5 tahun atau 5 milyar" itu landasan UU yang pakai adalah UU tentang perlindungan anak, dimana anak dikategorikan 18 tahun kebawah.

Sekarang bagaimana kalau yang melakukan adalah suami istri, bagaimana kalau yang ternyata diupload adalah kakak adik seperti kasus fitnah gay yg disematkan SM kemarin?.

Output gerakan CELUP hanya menciptakan polisi2 moral dan Tuhan2 kecil berbekal  asumsi yang tidak berdasar kemudian berhak menghakimi. Setelah terpergok lantas apa?.

CELUP sendiri melakukan paradoks yang nyata. Gerakan ini jelas2 melanggar UUITE  apalagi sampai menyebarluaskan tindakan asusila dimuka umum yg jelas2 masuk ranah pornografi.

Lagipula oh come on ...generasi muda. Apa yang ada dikepala anda pertama kali ketika mendengar kata celup?.

Celup lho... celupppp clup clup clup.

Ironi bukan?
Saya berharap foto sang koordinator CELUP dibawah ini yang akan dilaporkan pertama kali ke CELUP itu sendiri.

Akhir kata.

Sudahkah Anda Nyelup?

Teeeh!




0 Komentar