Nanam Rumput, Berharap Tumbuh Padi

Dongeng Pagi...
Cuma dongeng loh,  bukan kisah nyata.

Di negeri antah berantah,  terdapatlah seorang perempuan bernama Puty Kecik (PK). Dia hanya mengingat pernah beberapa kali bertemu dengan bapaknya,  Maha Patih (MP) seumur hidupnya. Setelah PK menjadi ibu,  ada segelayut rindu yang terbersit akan sosok seorang bapak.  Dimanakah sosok itu sekarang?  Masihkah hidup?  Masihkah mengingat ku?

Walau ditentang ibunya,  PK memutuskan untuk mencari MP.  Sekuat tenaga dan beragam usaha dilakukannya. Hingga akhirnya waktu sudi mempertemukan jalinan biologis itu. Mereka saling bertanya kabar. Pertanyaan yang paling bangak ditanyakan adalah hal-hal yang menyangkut materi (kamu kerja dimana,  suami mu kerja dimana?  Gaji kamu berapa?  Gaji suami kamu?  Sepatunya impor ya?  Kok badan kamu enggak gemuk sih?) WTF!!!

Kemudian terjadilah dialog ini :

MP : Bapak tidak sehat,  nak.  Walau bapak masih bisa beraktifitas. Dari tubuh bapak ini keluar paku,  beling, silet. Dibantu orang pintar. Katanya,  ini karena "kerjaan" ibu kamu,  nak.

PK : oh ya?  Mantan istri bapak banyak. Anak yang diterlantarkan bukan cuma saya.  Kenapa bapak sampai hati melontarkan tuduhan keji itu?

MP : orang pinter itu yang bilang

PK : Bapak bahkan tidak mampu menguliahkan anak bapak yang baru lulus SMA.  Katanya bapak pernah bekerja di lembaga tinggi negara. Bisa bapak bayangkan bagaimana seorang janda beranak dua yang cuma kula kuli dan bapak tambahkan satu anak biologis bapak sebagai bebannya. Janda itu harus menyekolahkan ketiga anaknya. Bahkan memasukan anak hasil hubungannya dengan bapak kuliah kedokteran- yang biayanya ratusan juta itu? Picik sekali tuduhan itu. Bukankah lebih baik janda itu berpikir bagaimana menghidupi anaknya dari pada bayar dukun???

MP : Yaaah,  kamu udh sukses sekarang.  Klo kamu ada rejeki. Bantulah bapak. Bantu adik-adik mu.

PK : tahukah bapak,  saya berharap hal yang sama waktu saya kecil ? Bahkan menengokpun tidak.  Bapak asik dengan petualangan cinta.  Punya anak sana sini.

MP : Bapak punya alasan nak.  Ibu mu itu tidak mau melayani bapak.

PK : karena bapak ketauan boong ? Karena bapak ketauan nyecerin sperma kemana2 ?

MP : denger dulu...

PK : Saya kesini cuma mau ketemu bapak. Tau kabar bapak. Bukan mau menanggung beban bapak. Saya enggak tau dan enggak akan permah mau tau apa yang pernah terjadi dimasa lalu. Kewajiban bapak tidak bisa terhapus apapun yang terjadi dengan perkawinan.

Salam Take and Give

Kok enggak malu menuntut hak tanpa memenuhi kewajiban!

*Dungu

0 Komentar