APA BEDANYA KEDOKTERAN DAN ALTERNATIF?

 

Ada pertanyaan demikian disalah satu komen. Menarik. Akan saya coba jawab. 


Pertanyaan lengkapnya: 

Apa bedanya dokter dan alternatif, kan sama-sama tidak menjamin sembuh? Sama-sama kesembuhan ditangan Allah?


Jawaban:

Betul. Keduanya tidak menjanjikan sembuh. Jadi tidak beda dong. Sama-sama tidak menjamin sembuh. Jadi apa dong bedanya?


Ini bedanya:


1. Kedokteran menyajikan data apa adanya. Sehingga bisa tau, apakah sebuah terapi efektif atau belum. Untuk yang masih kecil efektifitasnya kedokteran akan meneliti, lagi dan lagi.

Alternatif belum.


Contoh:


- untuk sebuah penyakit, misal kanker serviks stadium 1, kedokteran akan mengatakan peluang 5-year survival rate (masih bertahan 5 tahun lagi) adalah 70-90%. Kedokteran memiliki data ini.

Alternatif biasanya mengatakan, 100% sembuh tanpa efek samping.


- contoh lain: tindakan inseminasi peluang keberhasilannya 7-15% sekali tindakan. Dari alternatif biasanya mengatakan 99%-100% berhasil. Tanpa efek samping.


Kedokteran tau kondisi saat ini. Dan jika angka keberhasilannya masih rendah, maka kedokteran meneliti lagi, dan lagi. Sehingga lama-lama ketemu yang terbaru dan update. Alternatif jarang atau tidak pernah meneliti, karena sudah yakin 100% sembuh. 


2. Kedokteran bekerja dengan mempelajari tubuh manusia. Alternatif belum.


Contoh:


Katarak

- menurut kedokteran, katarak perlu dioperasi. Karena katarak disebabkan penuaan lensa mata, menjadi keruh. Bukan disebabkan oleh sesuatu yang menutupi, yang bisa dibersihkan. Agar bening kembali, ya teknisnya lensanya harus diganti:


- tetapi menurut alternatif, katarak bisa diobati atau dibersihkan tanpa operasi. Jika kita pelajari baik-baik tubuh manusia, utamanya anatomi mata, maka kita temukan cara kerja lensa dan lensa memang bisa menua. Seperti halnya rambut, memutih. 


Kista:

- menurut ilmu tubuh, kista berada diovarium. Tidak akan ikut lahir saat melahirkan. Karena lokasinya bukan di jalan lahir. Pilihan terapi hanya dua: dibiarkan dan mengecil sendiri atau dioperasi jika terlalu besar. 


- menurut beberapa alternatif, kista bisa ikut lahir bersama bayi lahir. Secara ilmu tubuh, ini tidak mungkin. Karena beda saluran.


Kesimpulan:

Yah saya anggap ini edukasi. Tidak apa-apa. Mungkin salah kami juga, orang kedokteran, terlalu sibuk bekerja, dan jarang memberi edukasi.


Untuk hal itu saya minta maaf, dan membuat page FB ini. 


Untuk mendekatkan dokter dengan masyarakat. 


Agar kesenjangan ilmu antara dokter dan masyarakat tidak jauh. Biar sama-sama pintar. Ya kan?


Untuk alternatif saya dukung, semoga makin maju. 


Jika tidak sempat mempelajari ilmu tubuh (anatomi, fisiologi, farmakodinamik) tidak apa-apa. 


Tetapi kalau bisa. Kalau bisa ya. Kalau ga bisa ya tidak apa-apa. Kalau bisa, di "penelitian" kan. Obat anda di penelitian kan.


Supaya bisa menemukan angka yang pas. 


Karena jaman sekarang orang malah tidak percaya dengan kata-kata 100% sembuh tanpa efek samping.


Semoga bermanfaat.



From page Yudhistya, dr., Sp.OG 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Kursus Matematika Kumon