Semua emang salah Ahok. Masih layakah dia menghirup udara bebas ?"


*Survey Sosiologi Ngawur ala-ala orang gila

Kasus Ahok ini luar biasa!

Dampaknya bahkan terasa pada hubungan pertemanan, percintaan bahkan rumah tangga. Hal Ini yang saya rasakan secara langsung dan saya tau terjadi pada beberapa teman-teman dekat saya (kok tau sih? Elo nyinyir ya nis ? Laaaah gimana nasib tempat sampah. Temen gue enggak ditanya aja pada cerita panjang lebar *alhamdu ??? Terusin donk biar kayak di tipi2).

 

Yang pertama, saya jadi tau seperti apa tipikal teman-teman saya. Orang yang bisa sepakat untuk tidak sepakat ? Diam-diam sepakat tapi sering mengajukan pertanyaan berisi jebakan betmen? Atau elo klo jadi temen ogut yaaaa harus sekufu donk sama ogut. Sekaligus, saya jadi bisa meraba isi kepala dan sejauh mana pemahamannya terhadap agama. 
Coba hitung, berapa banyak teman didunia maya yang kamu unfriend, teman di dunia nyata yang kamu jaga jarak, berapa banyak group di whatsup yang kamu putuskan untuk menarik diri- disilent dan enggak dibaca-baca lagi. Atau bahkan leave group ???

Yang kedua, hubungan percintaan beberapa pasang kekasih jadi runyam gara-gara diskusi masalah Ahok. Yang tadinya anteng-anteng aja pacalan selama beberapa tahun. Cowoknya support banget kegiatan ceweknya, klo ada waktu kemana juga dianter, enggak pernah dilarang ikut kegiatan apapun, mau berteman sama siapa aja silahkan. Semua jadi galau ketika diskusi masalah Ahok. Karena merembet ke isu agama. Padahal keduanya muslim. Yang satu tiba-tiba jadi berubah islami banget pemikirannya (namanya tiba-tiba yaaaa, islami kok situ pacaran, oncom?) yang satu udah terlanjur ngomong klo dia ada dipihak ahok. Memilih berpihak pada logika. "Oooh jadi gitu, kamu tidak merasa terluka agama mu di injak-injak ? Kamu yaaaa kebanyakan bergaul sama kaum liberal. Terlalu bebas. Kamu ya klo udah jadi istri ku, aku mau nya bla bla bla..." maaf saya enggak bisa nulis disini. Kalimatnya dungguh patrialkal dan saya merasa sakit untuk menuliskannya. Ujung-ujungnya si cowok bilang "saya berpikir ulang untuk menikah dengan kamu" si ceweknya juga sama "iiih siapa juga yang mau kewonk sama situ..."

 

Yang ketiga. Ada pasangan suami istri yang balik kanan bubar jalan gara-gara Ahok. Serius ! Mereka pacaran selama kuliah. Beda agama. Kemudian masing-masing menikah dengan orang yang satu agama. Waktu mempertemukan mereka lagi. Si ibu suaminya meninggal, si bapak kebetulan sedang proses cerai. Si ibu akhirnya memutuskan masuk islam walau keluarga besarnya menentang. Demi cinta. Awalnya si bapak menemani proses hijrah itu dengan sabar. Atas nama cinta. Tapi setelah mereka mengisi waktu senggang mereka dengan diskusi perihal Ahok, tirai cinta itu seolah terbuka dan terlihatlah jurang perbedaan itu. Setelah lima tahun, akhirnya Si bapak menggunakan alasan perbedaan itu untuk memilih perempuan yang memang sudah islam. Janda muda cantik beranak satu dan meninggalkan si ibunyang mualaf yang juga punya anak biologis dari si bapak. Perasaan udah tau kaaaan dari awal klo mereka emang bukan cuma beda kelamin, kok jadi tiba-tiba merasa lelah menemani setelah liat yang yang lebih kinclong dan bahenol ?

 

Yang keempat, hubungan mantan suami istri yang jadi meruncing lagi gara-gara si ex sering banget ngajakin anak-anaknya buat ikut demo berjilid-jilid itu. Dia sih bisa cuti kerja (bela-belain loh) nah sianak? Yeee kali tiap jumat absen. Penting amat tih demo. Belum lagi input-input berbau radikalisme, dan SARA. Laaaah, Ahok salah apa sama elu, kecombang ? Elu kenal sama Ahok, Ahok udah ngapain elu sampe elu segitunya ?

Ahhhhhh, semua emang salah Ahok !!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Kursus Matematika Kumon