Pagi-pagi sarapan ditemenin Boyle, Pascal, Dalton dan Newton

Pagi-pagi sarapan ditemenin Boyle, Pascal, Dalton dan Newton.

Saya melihat, Mas tidak lagi menikmati film-film kartun untuk anak seusianya. Kalaupun masih menonton film kartun, hanya dalam rangka menemani Dd. Itupun nyaris tanpa ekspresi. Orang ketawa, dia enggak. Padahal lucu. Begitu juga dengan selera bacanya. Jadilah saya mulai berpikir bagaimana caranya membuat Mas enjoy lagi dengan buku dan film. Saya mulai berikan film-film dan buku yang sedikit "berat"

Semalam, Saya menemaninya nonton film "Final Destination" Film lama hasil nyolong di internet. Film tentang pesawat jatuh. Dan benar tebakan saya, sejak bada subuhan, Mas memberondong saya dengan banyak pertanyaan science. Kenapa persawat bisa jatuh? Kenapa pesawat yang jatuh terlebih dahulu mengeluarkan masker oksigen ? Kenapa pesawat bisa meledak diudara sebelum jatuh ? Kenapa pesawat bisa terbakar sebelum meledak ? Kenapa tidak boleh membuka pintu pesawat saat mengudara ? Kenapa kenapa kenapa

Mas akan mengejar jawaban sampai pada titik dia mengerti. Saya menjelaskankannya dengan rumus  Boyle, Pascal, Dalton dan Newton (menjelaskan Fisika ke anak kelas dua SD itu susah, sodara-sodara) serta beberapa alat bantu yang saya kreasikan sendiri. 

Keanehan lainnya, Mas seringkali (kalau lagi diam, nonton tv, ngobrol, membaca, membantu pekerjaan saya dirumah, atau beraktifitas lainnya) mengajukan pertanyaan "berat" yang tidak ada hubungannya dengan situasi saat yang sedang dilakukan saat itu. Misalnya, sedang baca buku apaa, nonton film apa, nanyanya tentanga apa...dan saya juga menjawabnya enggak mau asal. Saya pakai gengsi saya disini. Gengsi ah klo keliatan bloon didepan anak apalagi klo kasi jawaban asal-asalan...senengnya saya jadi emak-emak tuh gampaaaaang banget. Misalnya aja klo anak ngomong kayak gini "Aku baca buku tentang itu, isinya sama kayak yang mama jelasin ke aku" :)

Diskusi kami sejak subuh tadi, terhenti di depan lobby sekolahnya. Selamat belajar mas penuh semangat...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Kursus Matematika Kumon