MENGAPA KOMPRES ES MEMPERLAMBAT PENYEMBUHAN CEDERA

 

[Tulisan ini diterjemahkan dari Gabe Mirkin, MD; seorang dokter yang merekomendasikan RICE dalam buku yang ditulisnya. Sumber asli dapat dilihat di link di bawah.]


Ketika saya menulis buku laris saya yang berjudul “Sportsmedicine” pada tahun 1978, saya memperkenalkan suatu akronim RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) untuk terapi cedera olahraga (Little Brown and Co., halaman 94). Kompres es telah menjadi terapi standar untuk cedera dan nyeri otot karena membantu meringankan nyeri yang disebabkan jaringan yang cedera. Para pelatih telah menggunakan panduan “RICE” saya selama puluhan tahun, tetapi sekarang tampaknya baik kompres es dan istirahat total dapat memperlambat penyembuhan, bukannya membantu.


Pada penelitian terakhir, atlet diminta melakukan latihan intens sehingga mereka mengalami kerusakan otot berat yang mengakibatkanya nyeri hebat pada otot. Meskipun pendinginan menghambat bengkak, dia tidak mempercepat penyembuhan dari kerusakan otot ini (The American Journal Of Sports Medicine, June 2013). Suatu rangkuman dari 22 artikel ilmiah menemukan bahwa hampir tidak ada bukti bahwa es dan kompresi lebih mempercepat penyembuhan dibandingkan dengan penggunaan kompresi saja, meskipun kompres ditambah dengan latihan dapat membantu penyembuhan keseleo pada pergelangan kaki secara marginal (The American Journal Of Sports Medicine, January, 2004; 32(1): 251—261).


PENYEMBUHAN MEMERLUKAN INFLAMASI


Ketika Anda melukai jaringan melalui trauma/cedera atau mengalami nyeri otot karena latihan dengan intens, Anda akan sembuh dengan mengandalkan sistem imun, mekanisme biologis yang sama yang digunakan untuk membunuh kuman. Mekanisme ini dinamakan inflamasi. Ketika kuman masuk ke dalam tubuh, imunitas Anda mengirimkan sel dan protein menuju area yang terinfeksi untuk membunuh kuman-kuman tadi. Ketika otot dan jaringan lainnya cedera, sistem imun Anda mengirimkan sel-sel inflamasi yang sama menuju jaringan yang rusak untuk mendorong proses penyembuhan. Respon tersebut, baik pada infeksi dan kerusakan jaringan, adalah sama. Sel-sel inflamasi dengan cepat menuju ke jaringan yang rusak untuk memulai proses penyembuhan (Journal Of American Academy Of Orthopaedic Surgeons, Vol 7, No. 5, 1999). Sel-sel inflamatori tersebut memanggil makrofag untuk mengeluarkan hormon yang bernama Insulin-like Growth Factor (IGF-1) ke jaringan yang rusak tadi, di mana akan membantu otot dan bagian lain yang rusak untuk sembuh. Akan tetapi, penggunaan es untuk mengurangi bengkak sebetulnya memperlambat penyembuhan dengan mencegah tubuh mengeluarkan IGF-1.


Peneliti dari suatu studi menggunakan dua kelompok mencit, dengan satu grup dirubah secara genetik sehingga tidak mampu membentuk respon inflamasi sebagai respon normal terhadap cedera. Kelompok lainnya mampu merespon cedera dengan normal. Para ilmuwan kemudian menginjeksikan barium klorida kepada otot untuk merusaknya. Otot dari mencit yang tidak mampu membentuk respon imun yang diharapkan terhadap cedera tidak sembuh, sementara mencit dengan sistem imun normal dapat sembuh dengan cepat. Mencit-mencit yang sembuh tadi mempunyai IGF-1 dalam jumlah besar di otot mereka yang cedera, sementara mencit yang tidak sembuh hampir tidak memiliki IGF-1 (Federation Of American Societies for Experimental Biology,November 2010).


ES MENGHAMBAT SEL YANG BERPERAN DALAM PROSES PENYEMBUHAN UNTUK MASUK KE JARINGAN YANG CEDERA


Penggunaan es terhadap jaringan cedera menyebabkan pembuluh darah di dekat lokasi cedera berkonstriksi dan menurunkan aliran darah yang membawa sel-sel inflamasi yang berperan dalam penyembuhan (Knee Surg Sports Traumatol Arthrosc, published online Feb 23, 2014). Pembuluh darah tersebut tidak membuka kembali selama beberapa jam setelah kompres es dilakukan. Penurunan aliran darah ini dapat menyebabkan jaringan mati karena kekurangan aliran darah dan bahkan dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen.


APA SAJA YANG MENGHAMBAT INFLAMASI JUGA MEMPERLAMBAT PENYEMBUHAN


Apa saja yang menghambat respon imun juga akan memperlambat penyembuhan otot. Oleh karena itu, penyembuhan dapat diperlambat dengan:

- Obat-obatan jenis kortison

- Hampir seluruh obat antinyeri, seperti NSAID misalnya ibuprofen (Pharmaceuticals, 2010; 3(5))

- Penekan sistem imun yang sering digunakan untuk terapi arthritis, kanker atau psoriasis

- Penggunaan kompres dingin/es

- Dan apa saja lainnya yang menghambat respon imun terhadap cedera


ES JUGA MENURUNKAN KEKUATAN, KECEPATAN, KETAHANAN DAN KOORDINASI


Es sering digunakan sebagai terapi jangka pendek untuk membantu atlet yang cedera kembali bertanding. Pendinginan mungkin akan mengurangi nyeri, namun ia akan mengganggu kekuatan, kecepatan, ketahanan dan koordinasi atlet (Sports Med, Nov 28, 2011). Pada tinjauan ulang kali ini, suatu pencarian literatur medis menemukan 35 studi mengenai efek dari pendinginan. Sebagian besar studi menggunakan pendinginan untuk lebih dari 20 menit, dan sebagian besar melaporkan bahwa langsung setelah pendinginan didapatkan penurunan kekuatan, kecepatan, dan ketangkasan dalam berlari. Penghangatan kembali yang singkat dapat mengambalikan kekuatan, kecepatan, dan koordinasi. Para peneliti merekomendasikan bahwa jika pendinginan dilakukan untuk menghambat pembengkakan, hal itu seharusnya dilakukan selama kurang dari 5 menit, diikuti dengan penghangatan progresif sebelum kembali bertanding.


REKOMENDASI SAYA


Jika Anda cedera, segera berhentilah berlatih. Jika nyerinya berat, jika Anda tidak mampu bergerak atau jika Anda merasa bingung atau kehilangan kesadaran sementara, Anda harus diperiksa apakah Anda membutuhkan perhatian medis gawat darurat. Luka terbuka harus dibersihkan dan diperiksa. Jika mungkin, naikkan posisi dari bagian yang cedera untuk meminimalisasi pembengkakan. 


Seseorang yang terlatih dalam penanganan cedera olahraga harus menentukan bahwa tidak ada tulang yang patah dan bahwa pergerakan tidak akan meningkatkan cederanya. Jika cedera tersebut terbatas pada otot atau jaringan lunak lainnya, seorang dokter, atau pelatih dapat memberikan perban kompresi. 


Tidak terdapat alasan yang baik untuk menggunakan es enam jam setelah cedera.

Jika cederanya berat, ikutilah nasihat dokter untuk melakukan rehabilitasi. Dengan cedera minor, Anda biasanya dapat memulai rehabilitasi keesokan harinya. Anda dapat bergerak dan menggunakan bagian yang cedera selama gerakan tidak meningkatkan nyeri dan ketidaknyamanan. Anda dapat kembali berolahraga sesegera Anda dapat melakukan olahraga tersebut tanpa rasa nyeri.


Sumber: http://drmirkin.com/fitness/why-ice-delays-recovery.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Kursus Matematika Kumon