Di Cari ; Sekolah yang memanusiakan manusia

Sebagai orang islam, tentu saya ingin anak saya terdidik secara islami. Sebagai orang tua, saya ingin anak saya lebih dari saya dalam segala hal. 

Saya ingat waktu itu, saya belum berpengalaman jadi orang tua. saya mengambil keputusan besar untuk memasukan putri sulung ke sekolah berbasis agama premium. Uang masuknya 20 juta uang sppnya 800 ribu di akhir tahun sekolah, seingat saya. Klo ditanya apa saya mampu ? Sejujurnya saya bilang, saya memaksakan diri. Sampai detik inipun begitu. Saya rela tidak pakai emas berlian, tidak sering-sering kongkow di cafe, tidak pake barang branded, tidak sering jalan-jalan. Semuanya demi anak. 

Bisa dibayangkan donk ya, siapa saja teman anak-anak saya ? Temannya adalah anak dari para orang tua yang punya uang masuk dg nominal 20 juta dan sanggup membayar uang spp 800 ribu perbulan (UMR waktu itu 2 juta). Jangan tanya bagaimana dampak psikologis anak karena punya temen horang kayaaaah, saya enggak tertarik bahas itu. Karena itu udh lewat dan anak saya udh bisa menyelesaikan dampak itu dengan baik dalam dirinya. 

Sekolah berbasis agama premium itu juga peduli sama anak yang orangtuanya tidak sanggup dengan nominal yang mereka tetapkan. Mereka menerima anak-anak itu menjadi siswa dengan satu yayasan namun beda nama dan tentunya berbeda gedung. Bahkan dibatasi tembok yang tinggi. Kantinpun berbeda. 

Sebagai orang yang belum kaya dan pernah miskin, saya merasa tersakiti. Walaupun anak saya ada di balik tembok tinggi itu bersama anak-anak beruntung lainnya. Menurut saya, Tidak ada satu manusiapun yang layak mendapat diskriminasi. Terlebih hanya karena dia tidak punya. 

Berangkat dari keprihatinan itu, Hari ini, saya menulis tentang sekolah khatolik yang memberikan subsidi silang dan memberi kelonggaran siswanya untuk beribadah sesuai agama yang dianutnya. Maafin klo yang diceritain cuma sekolah khatolik. Cuma sekolah khatolik yang berani memanusiakan manusia. Saya belum tau disekolah lain. Dan silahkan saja klo mau berpendapat. Saya enggak tertarik buat mendepat argumen kamu. 

Hari ini juga, Dengan mata kepala saya sendiri, hari ini saya melihat putra seorang pengusaha sukses negri ini duduk sebangku dan jajan bersama dipinggir jalan dengan seorang putra cleaning servis yang juga bekerja disekolah itu. 

Itu Adil. Begitu seharusnya agama dipraktekan. Pada kepedulian...bukan cuma apalan dan gede bacot !

0 Komentar