Bagaimana Memandikan Jenazah HIV/AIDS ?

Cara memandikan jenazah pengidap penyakit menular seperti HIV/AIDS tidak bisa sembarangan. Salah satunya, wajib mengenakan universal precaution (UP), yakni standar perlengkapan kesehatan yang terdiri atas penutup kepala, masker, goggle (penutup hidung), sarung tangan, pakaian steril, dan sepatu bot.

Meski cara memandikannya tetap sama, namun terhadap jenazah penderita HIV/AIDS tidak boleh dipangku seperti ketika memandikan jenazah yang terkena penyakit lain. Wajib gunakan UP (Universal Precaution), "Memang terlihat ribet dan aneh. Pemulasaraan jenazah penderita penyakit menular dilaksanakan dengan selalu menerapkan Kewaspadaan Universal tanpa mengabaikan budaya dan agama yang dianut. Setiap petugas kesehatan harus dapat memberikan nasehat dan mengambil tindakan yang sesuai agar penanganan jenazah tidak menambah risiko penularan penyakit menular seperti AIDS, kolera, TBC, demam tipoid.

Prinsip Kewaspadaan Universal adalah memperlakukan setiap cairan tubuh, darah, dan jaringan tubuh manusia sebagai bahan infeksius.


KLORIN

Air yang dipakai harus clorin supaya virus yang berpotesi menularkan bibit penyakit bisa mati,
Untuk percikan darah dianjurkan menggunakan  Klorin dari bahan pemutih dengan pengenceran 1:10 sampai 1:100. cara ini akan meminimalkan risiko terpajan darah atau cairan tubuh.

Disebutkan, ada beberapa hal lain yang juga harus diperhatikan, yakni seperti pastikan air bekas memandikan jenazah bisa langsung mengalir ke got atau saluran pembuangan, dan jangan sampai tergenang. Sebab, genangan tersebut memungkinkan terjadinya penularan virus lain selain HIV/AIDS. "

Ketika membersihkan jenazah ODHA, para modin tak boleh memangkunya. Cara itu "Jenazah diletakkan di tempat tidur, sementara modin membersihkan jenazah. Setelah itu, sesegera mungkin jenazah dikafani dan dimakamkan," katanya. Dia menyatakan, tak ada perbedaan teknik mengafani jenazah. Para modin tetap menggunakan UP ketika mengafani jenazah ODHA. "Masyarakat jangan berpikir tindakan tersebut merupakan bentuk diskriminasi. Tapi, itu upaya melindungi modin agar tidak tertular penyakit yang sama," ungkapnya


PERSIAPAN

    * Sarung tangan untuk semua yang akan menangani jenazah
    * Gaun pelindung
    * Masker
    * Kacamata
    * Kain bersih penutup jenazah
    * Gunting
    * Plester kedap air
    * Kapas atau kasa
    * Pembalut
    * Wadah barang berharga
    * Tempat barang bekas/ kotor


PROSEDUR

1.      Mencuci tangan
2.      Semua petugas dan keluarga yang akan menangani jenazah harus mengenakan sarung tangan dan gaun pelindung.
3.      Kenakan masker dan pelindung mata bila ada kemungkinan terjadi percikan
4.      Bila ada luka tutup dan plester kedap air
5.      Lepaskan pakaian kotor dan tempatkan pada tempat yang tersedia
6.      Atur jenazah dalam posisi terlentang
7.      Tutup kelopak mata, telinga, mulut dan selubang dengan kapas lembab
8.      Bersihkan jenazah
9.      Tempatkan jenazah di tempat yang tersedia

Pemulasaraan jenazah penderita penyakit menular dilaksanakan dengan selalu menerapkan Kewaspadaan Universal tanpa mengabaikan budaya dan agama yang dianut. Setiap petugas kesehatan harus dapat memberikan nasehat dan mengambil tindakan yang sesuai agar penanganan jenazah tidak menambah risiko penularan penyakit menular seperti AIDS, kolera, TBC, demam tipoid.

Prinsip Kewaspadaan Universal adalah memperlakukan setiap cairan tubuh, darah, dan jaringan tubuh manusia sebagai bahan infeksius.

Mengenai Sahabat ku Leo
Semoga khusnul khatimah, dek. 
1 April 2017

0 Komentar