Cara Mengurangi Resiko Gagal Ginjal

Usianya masih muda, 40 tahunan, perokok dan sudah diketahui punya tekanan darah tinggi setidaknya 4 tahunan. Tapi beliau tidak mau berobat rutin, tidak ada keluhan katanya. Sampai akhirnya pasien mengeluh mudah lelah, lemas, dan akhinya mengeluh nyeri dada dan akhirnya sesak. Setelah berobat ke RS, ternyata pasien mengalami serangan jantung dan gagal ginjal. Melihat hasil pemeriksaan, tampaknya gagal ginjal dulu baru serangan jantung.


 

Setelah gagal jantungnya teratasi saya jelaskan bahwa sebaiknya pengobatan dibarengi cuci darah.
Tapi jawabnya: "Ngga mau dok. Lebih baik saya pulang saja. Sudah sehat kok."

Dijelaskan bahwa lagi bahwa kalau pulang belum boleh karena keadaannya belum stabil. Selain itu kalau pulang paksa perawatannya tidak akan ditanggung oleh BPJS.

Jawaban pasiennya: "Kalau gitu saya pulangnya kalau sudah stabil saja. Tapi saya ngga mau cuci darah, ngga mau dirujuk."
😳😳😳😳

Salah satu problematika jadi dokter itu: "Menjelaskan pilihan medis pasien apa semaksimal mungkin." Soal diambil tidaknya itu memang itu pilihan pasien. Ketika pilihan yang diambilnya itu buruk dan berisiko, silahkan.
Tekanan darah tinggi jangan dianggap remeh karena penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi multi organ. Mat bisa buta, ginjal bisa rusak, pembuluh darah di otak bisa pecah, jantung bisa bengkak dan risiko serangan jantung pun akan meningkat. Jika anda punya hipertensi lantas anda punya kencing manis atau kolesterol darahnya tinggi atau merokok, risiko memiliki komplikasi diatas meningkat beberapa kali lipat. Jadi jangan dianggap remeh ya tekanan darah tinggi. Gejala mungkin tidak ada, tapi komplikasinya mematikan, karena itu disebutlah Hipertensi disebut silent killer.

Ginjal memiliki banyak peranan dalam tubuh, antara lain: menyaring darah dan menjaga keseimbangan cairan tubuh, asam basa, elektrolit, membuang zat beracun hasil metabolisme melalui urine / air kencing. Ginjal juga memproduksi sejumlah hormon penting yang memiliki peranan dalam produksi darah dan kalsium yang dibutuhkan tubuh. Ketika fungsinya terganggu maka kencing akan berkurang, keseimbangan asam basa & elektrolit akan terganggu, tubuh akan kekurangan darah, tulang jadi keropos dan racun tubuh yang seharusnya dibuang akan menumpuk dan akhirnya mengganggu dan merusak organ tubuh lainnya. Kalau hal ini sudah terjadi tentunya berbahaya.

Tapi mengalami gagal ginjal ternyata bukan sebuah hukuman mati. Dengan kemajuan teknologi, "sebagian" fungsi ginjal bisa digantikan melalui hemodialisa/ HD atau cuci darah. Melalui HD darah bisa disaring dan kelebihan cairan, elektrolit, dan racun tubuh dibuang. Defisit hormon lainnya bisa diganti melalui pengobatan. Penderita gagal ginjal yang mau menjalani cuci darah rutin bisa tetap hidup normal. Ambil contoh gambar dibawah, seorang perempuan bernama Martha Patrick beliau sudah 40 tahun lebih beliau menjalani hemodialisa dan kualitas hidupnya masih bisa tetap baik.

Tentunya tidak ada orang yang mau mengalami gagal ginjal dan menjalani Hemodialisa. Tapi jika ternyata anda terdiagnosis gagal ginjal dan harus hemodialisa untuk mencegah komplikasi dan menyelamatkan nyawa anda. Sebaiknya cepat diambil saja. Sebelum telat dan keadaan memburuk.

Penyebab terbanyak gagal ginjal adalah hipertensi dan diabetes yang tidak terkedali. Jadi pastikan tekanan darah dan gula darah anda selalu terkendali. Selain itu hal lain yang bisa anda lakukan untuk mengurangi risiko gagal ginjal antara lain:

* Diet rendah garam, rendah lemak, tinggi serat. 
* Olahraga teratur sesuai kemampuan 30 menit, setidaknya 5x/minggu. 
* Capai dan pertahankan berat badan ideal
* Jangan merokok
* Jangan konsumsi alkohol berlebih (apalagi di Indonesia banyak miras oplosan berbahaya yang sangat merusak ginjal)
* Jika anda memiliki faktor risiko untuk gangguan ginjal, lakukan medical check up teratur.
* Jika sudah ada gangguan ginjal, konsultasi dengan dokter anda mengenai diet dan obat2an yang bisa membantu mempertahankan dunggsi ginjal anda.

Semoga infonya bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Kursus Matematika Kumon