Bau dan Rasa Membawa Ku "Pulang"


1. Bau Asap Kayu yang di Bakar. Mengingatkan ku pada sebuah Rumah tempat ku tumbuh, yang penuh kehangatan di pinggir sawah di Gabus Wetan. Dimana Almh Emak menghabiskan hampir sepanjang hidupnya untuk memasak di pawon menggunakan tungku. Pawon dengan peralatan sederhana itu menghasilkan makanan lezat nan bergizi untuk suami, anak dan cucu-cucunya.

2. Sambel Trasi. Aroma dan rasanya membuat ku mabuk dan adiksi. Cukup jauh kaki ku menjelajah, tapi rasanya tak ada yang mengalahkan nikmatnya Sambal Almh Emak. Emak pemilik kalimat "ndeluk nok, ambir kaya pari" yang selalu hidup disanunari ku...

3. Pandan. Wangi pandan itu wanginya Deh Inih. Seorang Nenek renta penjual bunga di Pasar Gabus Wetan. Pemilik hati lembut yang mengajarkan "tangan harus selalau berada diatas, apapun yang terjadi"

Mak Ipong, Deh Inih...
Semoga Keduanya Khusnul Khatimah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Kursus Matematika Kumon