Jendral Sudirman dan TBC

Dari 2 pasien minggu ini, yang dirujuk kemudian dirawat karena gagal jantung, ternyata penyebabnya Tuberkulosis / TBC / Plek / Flek. Penyakit ini masih umum ditemukan di Indonesia. Jenderal Soedirman adalah pahlawan kita yang gugur melawan penyakit ini. Jika tidak diobati hingga tuntas paru-paru akan rusak menetap, hancur oleh kuman yang perlahan menggerogoti-nya. Kalau itu sudah terjadi, proses pertukaran oksigen di paru akan terganggu sehingga orangnya akan mengeluh sesak. Darah akan membutuhkan tekanan lebih tinggi untuk melewati paru yang rusak, hal ini akan membebani jantung sebelah kanan yang bertugas memompakan darah ke paru-paru. Lama-kelamaan jantung kanan akan kewalahan dan terganggu fungsi-nya. Bisa dilihat pada gambar USG Jantung / Echo dibawah, jantung sebelah kanan (kiri anda) jadi bengkak. Saking besarnya akhirnya menekan sisi kiri jantung. Kalau sudah seperti ini, sirkulasi darah akan terganggu sehingga sesak semakin berat. Kaki, paha, bokong dan perut pun akan bengkak. 

 

Seseorang dapat terkena penyakit TBC saat menghirup tetesan kecil (droplet) di udara yang dihembuskan oleh seseorang yang memiliki penyakit TBC ketika mereka batuk, bersin, tertawa, atau berteriak. Kuman TBC dapat mengapung di udara selama beberapa jam, sehingga bisa terhirup bahkan ketika orang yang sakit sudah tidak ada lagi di ruangan itu.

Walau kuman sudah masuk, tidak serta merta kita akan terkena penyakit TBC, karena tubuh kita memiliki sistem kekebalan tubuh. Jika kekebalan tubuh gagal menghancurkan kuman TBC, barulah seseorang terjangkit penyakit TBC. Penyakit TBC bisa menimbulkan berbagai gejala yang beragam tergantung organ yang terkena, namun yang paling banyak ditemukan (dan paling menular) adalah TB paru. Gejalanya antara lain:

- Batuk lama, umumya di atas 3 minggu.
- Batuk berdahak tebal, keruh, dan kadang-kadang berdarah. 
- Demam ringan terkadang menggigil.
- Keringat malam. 
- Kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
- Sesak napas dan nyeri dada (terutama saat batuk dan/atau menarik nafas).
- Mudah lemah / letih.

Jadi pesan moralnya, jika anda / keluarga anda ada yang terdiagnosis TBC, pastikan berobatnya tuntas. Banyak yang merasa sudah sehat lantas putus obat, ujungnya kuman TBC menjadi kebal dan dikemudian hari kembali datang menghantui anda.

Dr. Erta Priadi Wirawijaya, Sp.JP 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Kursus Matematika Kumon