Bagaimana Minuman Energi Menyebabkan Gangguan Ginjal?


Semakin tahun gangguan ginjal baik yang bersifat akut maupun yang kronik kejadiannya semakin meningkat. Walaupun perkembangan tekonologi kedokteran, penelitian obat-obatan terbaru dan ilmu terapi makin meningkat tahun ke tahun, tetapi kasus gangguan ginjal selalu saja ada bahkan meningkat.


Pada kasus penyakit ginjal kronik, banyak penyebab terjadinya kekronikan pada penyakit ginjal tersebut. Karena gula darah yang tidak terkontrol, tekanan darah yang tinggi, batu ginjal, infeksi ginjal dan lainnya. Sebagai seorang dokter, menanyakan riwayat penyakit kepada pasien adalah suatu keharusan untuk memberikan terapi yang tepat. Kadang pada penderita penyakit ginjal kronik dengan usia yang masih muda, seringkali ditanyakan riwayat mengonsumsi minuman berenergi. Pertanyaan tersebut bertujuan untuk menggali informasi apakah penyebab penyakit ginjal kronik tersebut karena dari pengaruh minuman berenergi tersebut. Tapi pernahkah terpikir dari jalur manakan penyebab kerusakan ginjal? Apakah kandungan dari minuman berenergi tersebut langsung merusak ginjal? Ataukah efek secara tidak langsung? Kalau memang berbahaya, kenapa lolos penapisan dari Balai Pengawas Obat dan Makanan?

Memang hal tersebut masih terjadi perdebatan. Bukan hanya di masyarakat, tetapi juga dari kalangan medis. Tulisan ini tidak bertujuan untuk mencari pembenaran, hanya untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang minuman berenergi dan apakah terdapat gangguan secara langsung kepada ginjal yang berujung pada kerusakan ginjal permanen.

Salah kaprah sebutan minuman berenergi

Dalam banyak tulisan seringkali kita menuliskan kata minuman berenergi merujuk kepada minuman kesehatan yang beredar di Indonesia dengan tujuan meningkatkan energi, vitalitas dan kewaspadaan dari yang meminumnya. Sebenarnya istilah minuman berenergi tersebut kurang tepat karena jika diartikan adalah minuman yang mengandung energi yang akan meningkatkan energi yang meminum. Istilah yang tepat adalah cukup menyebutkan minuman energi karena arti sebetulnya, minuman ini mengandung zat-zat yang diharapkan dapat menimbulkan energi bagi peminumnya.

Zat utama yang harus terkandung pada minuman energi adalah air, gula atau penggantinya dan Kafein. Sedangkan tambahannya dengan dosis yang bervariasi antara lain taurin, ginseng, ginkobiloba, guarana, vitamin dan mineral. Dalam jurnal ilmiah menuliskan bahwa kafein merupakan sebuah antagonis reseptor adenosin, yang bekerja sebagai stimulan/perangsang sistem saraf pusat. Penggunaan terapeutik dalam dunia medis adalah sebagai kafein sitrat pada kasus bayi prematur untuk mencegah apneu (henti nafas) dan displasia bronkopulmuner. Efek yang diakui pada minuman energi adalah meningkatkan daya tahan tubuh terhadap latihan, meningkatkan kognisi (proses berfikir), mengurangi efek kelelahandan kurang tidur. Sedangkan efek samping (terkait reaksi idiosinkrasi dan efek jika dosis berlebih) adalah kegugupan, mudah tersinggung, cemas, insomnia, denyut jantung meningkat, berdebar-debar, sakit perut, muntah, kekakuan, kadar kalium darah rendah, gangguan mental status, kelumpuhan, halusinasi, peningkatan tekanan otak, bengkak otak, kejang, kerusakan serabut otot dan gangguan irama jantung. 

Dua zat tambahan yang hampir selalu ada pada minuman energi adalah Taurin serta Guarana. Efek Guarana pada minuman energi mirip seperti Kafein yaitu sebagai stimulan dan menurunkan berat badan. Taurin sendiri dipasarkan dengan tujuan untuk kesehatan mata dan sistem bilier (empedu) serta meningkatkan kontraktilitas jantung. Kedua zat ini secara umum dinyatakan aman oleh Food and Drug Administration (FDA) yaitu BPOM-nya Amerika Serikat.

Artinya jika minuman energi ini digunakan secara benar dan tepat, secara umum tidak akan merusak kesehatan. Benar dalam hal ini adalah mengonsumsinya tidak berlebihan. Tepat sendiri artinya diminum pada kondisi pada saat memang dibutuhkan. Misalnya saat memerlukan stimulasi karena harus bekerja ekstra, menjaga agar tidak mengantuk karena sedang menyetir, mengerjakan tugas lembur dan lainnya.

Benarkah menyebabkan gangguan ginjal?

Seperti yang dijelaskan di awal tulisan tadi bahwa kerusakan ginjal memiliki banyak penyebab. Dari karena kelainan anatomi karena aliran darah ke ginjal menurun, penyempitan pembuluh darah ke ginjal dan penyakit multikista di ginjal. Juga disebabkan karena faktor sistemik akibat kencing manis, darah tinggi, akibat zat dan obat-obatan yang merusak ginjal, Atau akibat gangguan pengeluaran karena batu ginjal/saluran kemih, pembesaran prostat dan keganasan.

Bagaimana dengan minuman energi? Kalau melihat dari penjelasan tentang kandungan di atas tadi, tidak ada secara spesifik yang mengatakan bahwa kandungan tersebut dapat merusak ginjal. Sehingga sulit secara ilmiah membuktikan bahwa minuman berenergi merusak ginjal. Namun jika melihat data empiris dan berdasarkan penuturan pasien penyakit ginjal kronik bahwa riwayat sering mengonsumsi minuman energi, sulit sekali menafikan bahwa ini merupakan salah satu penyebab terjadinya kerusakan ginjal. 

Dalam sebuah jurnal dilaporkan sebuah studi terhadap 15 orang dewasa muda yang sehat, dilakukan percobaan dengan memberikan minuman energi 500 ml per hari dengan kandungan kafein 160 mg kafein dan taurin 2000 mg. Dilaporkan terjadi peningkatan rerata tekanan darah sistolik 9-10 mmHg dan peningkatan  rerata denyut jantung 5-7 denyut per menit setelah 4 jam mengonsumsi. Jurnal tersebut tidak melaporkan efek minuman berenergi tersebut terhadap ginjal.

Terdapat laporan penelitian oleh Alfiah Kurnia pada tahun 2002, laporan tersebut merupakan sebuah percobaan pemberian minuman energi merk tertentu pada tikus putih dengan dosis yang telah disesuaikan. Dari percobaan yang dilakukan dengan dosis yang berbeda-beda, dilaporkan bahwa pemberian minuman energi merk tertentu dosis 0.05 mg/kg/hari tampak tikus tersebut menjadi lebih hiperaktif dibandingkan dengan tikus kontrol (tidak diberikan minuman energi). Pada pengamatan selanjutnya, pada kelompok perlakuan (tikus yang diberikan minuman energi) dengan dosis yang diberikan 0.05 mg/kg/hari selama 35 hari menyebabkan kerusakan glomerulus dan kapsula bowman di ginjal tikus. Glomerulus berfungsi untuk menyaring zat-zat racun dan sampah yang harus dibuang bersama urin. Kerusakan ini menyebabkan racun ginjal meningkat dan tentunya menyebabkan penyakit ginjal. 

Kalau dianggap bahwa percobaan pada tikus ini terjadi juga pada manusia, maka kejadian kerusakan ginjal akan terjadi pada manusia sekitar 3 tahun setelah mengonsumsi minuman energi tersebut tiap hari. Perbandingan usia tikus dan manusia adalah 2 tahun banding 60 tahun.

Konsumsilah dengan bijak

Minuman energi merupakan suplemen untuk membantu seseorang yang sedang membutuhkan mood booster untuk menyelesaikan pekerjaannya. Tentunya efek yang menguntungkan yang diperlukan dalam hal ini, sehingga seseorang yang mengonsumsi mendapatkan keuntungan yang diharapkan. Jadi yang perlu diingat bahwa minuman energi bukan suatu tren atau suatu kebiasaan yang harus dikonsumsi secara rutin. Tetapi minuman energi adalah suatu suplemen yang diminum saat diperlukan dengan indikasi yang tepat serat tidak berlebihan.

Kafein dalam penelitian menyebabkan peningkatan tekanan darah dan denyut jantung. Efek pada ginjal, peningkatan tersebut akan menyebabkan tekanan aferen (tekanan darah sebelum memasuki glomerulus) meningkat, sehingga menyebabkan stres glomerulus yang mana bila terjadi terus menerus menyebabkan kerusakan glomerulus dan berakibat kerusakan fungsi ginjal. Hal ini senada dengan penelitian yang dilakukan terhadap tikus putih yang akhirnya menyebabkan kerusakan ginjal.

Yang harus diberikan garis bawah adalah peningkatan tekanan darah tersebut karena efek dari kafein yang terkandung dari minuman energi. Artinya, segala sesuatu yang memiliki kandungan kafein tentunya juga memiliki efek seperti yang dituliskan di atas tadi. Kopi dengan kandungan kafein yang tinggipun tentunya menjadi tidak baik ketika diminum secara berlebihan. 

Hal lain yang perlu diperhatikan bahwa pasien dengan tekanan darah tinggi ketika mengonsumsi minuman energi yang mengandung kafein tentunya akan meningkatkan tekanan darahnya, pada pasien kencing manis akan menyebabkan gula darah meningkat karena metabolisme yang tinggi, dan pada pasien sumbatan saluran kencing karena batu atau pembesaran prostat akan menyebabkan ginjal menjadi tambah bengkak karena kafein menyebabkan produksi urin meningkat namun tidak bisa keluar akibat tertahan sumbatan. 

Sebenarnya minuman energi tidak menyebabkan kerusakan ginjal secara langsung, tetapi minuman energi akan memacu kerusakan ginjal melalui proses sistemik yang ada di dalam tubuh dan juga karena adanya penyakit yang mendasari terlebih dahulu. 

Jangan takut mengonsumsi minuman berenergi, tapi dengan catatan tidak berlebihan dan minum ketika diperlukan saja. Jika memang berbahaya BPOM tentu sudah menarik peredarannya di Indonesia. Minuman energi bukan untuk diamalkan, bukan untuk menyediakan energi tubuh, bukan untuk meningkatkan kesehatan, tetapi dia bertindak sebagai stimulasi mengubah energi siap saji yang sudah ada di dalam tubuh kita. Minumlah ketika Anda butuh.



Salam sehat,

dr. Meldy Muzada Elfa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Kursus Matematika Kumon