Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Saya Benci Suara Anak Nangis dan Berteriak

Saya kecil itu anak janda, klo saya nangis...mama selalu blg "kamu mau apa?" Atau "udah jangan nangis, malu sama orang" dan "ya, nanti kita beli"

Kalimat terakhir ini selalu sebuah solusi. Bentuknya macam-macam tergantung masalahnya. Khas anak kecil, kami biasanya minta mainan. Klo tidak ada uang, mama minta tempo. Dan mama yang sibuk selalu ingat akan janji-janjinya. Dengan itu Kami belajar untuk mengutarakan apa yang kami mau, belajar mengerti keadaan dan belajar menepati janji.

Menangis itu seperti haram klo jadi anak Mama. Pernah kakak ku si tengah nangis teriak-teriak (lupa sebabnya), tetangga berdatangan dan bertanya apa kami kelaparan ? Karena kami tidak punya Papa. Walau Mama janda dengan ekonomi yang naik turun, mama tidak sudi berbagi susah dengan orang lain. Jangan coba-coba juga nangis-nangis manja tanpa mau kasi tau apa sebabnya sama mama, badan bisa biru-biru kena cubit...

Mangkanya, walau anak banyak. Tapi saya benci suara anak nangis dan berteriak. Saya menerapkan hal yang sama ke anak-anak dibawah asuhan saya. Saya heran klo ada orang tua yang sekolah tinggi sanggup mendengar polusi suara anaknya dalam waktu lama. Kaya tetangga saya siang ini. Gemas saya dibuatnya...

#mama

Posting Komentar untuk "Saya Benci Suara Anak Nangis dan Berteriak"