Bersyukur dengan rasa sakit

Cerita Nyata di Malam Minggu

Ada 5 orang kakak beradik. 4 orang perempuan dan 1 orang laki-laki. Mereka lahir dari orangtua yang tidak mampu dan tidak berpendidikan. Suami istri ini, mengijinkan putri sulungnya diasuh saudara agar mendapat penghidupan yang lebih baik.

Mungkin karena pendidikan formal dan agama yang kurang atau kurang ya kasih sayang sehingga hubungan ke lima kakak beradik itu tidak harmonis. Mereka berkompetisi dalam hal apapun dan merasa dirinya lebih unggul dan paling baik. 

Suatu hari, si sulung yang berpendidikan dan memiliki penghidupan layak tertimpa musibah. Suaminya di nikahkan kembali oleh orangtuanya, walau sudah memiliki anak dari pernikahannya. Sulung memilik jalan sunyinya sendiri dari pada merasakan pahitnya dimadu. Dalam keadaan tidak waras, sulung pulang ke desa membawa anak anak-anak. Orangtua kandung yang susah dan sedari awal satu suara dengan orang tua angkat yang tidak menyetujui pernikahannya dengan orang sebrang, menolaknya pulang. 

Dari 4 adiknya, hanya 1 orang yang mengulurkan tangannya. Tidak sampai hati dia membiarkan kakaknya yang gila semakin terpuruk dalam hidupnya. Sementara Adiknya yang lain, acuh. Acuh adalah sikap paling santun. Ada satu orang adiknya yang terbilang paling kaya dan sukses, dia menghina sedemikian rupa. TAKUT DIMINTA adalah alasannya untuk bersikap memusuhi saudara kandungnya. 

Allah menyayangi sulung. Allah mengobati luka hati dan jiwanya. Sulung bangkit! Dia berpendidikan. Dia memulai lagi hidupnya dari nol. Dengan kemampuannya...Dia membesarkan, merawat dan menyekolahkan ketiga putrinya sendiri. 

Sulung bersyukur pernah ditinggal suami, anak masih kecil-kecil, Gila, miskin...karena diposisi itu sulung mengerti. Siapa orang yang betul-betul menyayangi dan menerimanya. 
Sulung tidak pernah dendam. Setelah semuanya hidupnya lebih baik, mantan orang gila itu memilih berbhakti pada orangtua yang pernah tidak menerimanya. Sulung merangkul semua adik-adiknya. Membantu apa yang bisa dibantunya. 

Tegakan kepala mu, sayang. nanti mahkota mu jatuh. BALAS kesombongannya dengan menjadi SUKSES !

0 Komentar