Bersahabat dengan ODHA ?

Kenapa tidak boleh berteman dengan ODHA ??? Tanya balik saya berang.

Benar mereka terinfeksi virus HIV yang mungkin karena salah jalan. Tapi siapa yang tidak punya masalalu ? Kamu ? Kamu berani mengklaim masa lalu mu tanpa dosa?

Saya manusia maka saya berteman dengan manusia dan memanusiakan manusialain seperti saya ingin diperlakukan.

 

Saya nyaman dengan teman-teman saya yang ODHA. Walaupun mereka datang dengan berbagai latar belakang dan keunikannya, tapi saya merasa senang beinteraksi dengan mereka. Mendengarkan pengalaman hidupnya, masalah dan konflik yang terjadi, belum lagi cerita-ceritanya seputar pengobatan ODHA yang bikin saya pinter. Enggak semua tenaga kesehatan loh paham tentang HIV secara mendalam. Entah mengapa, saya merasa benar-benar diterima dalam lingkungan ini. Walaupun saya bukan ODHA. Saya bisa menjadi diri saya sendiri saat bersama mereka. Kami bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk berbagi cerita dan mendengarkan. Walau tidak sepenuhnya dapat saling membantu. Tapi kami senang.

Teman-teman saya adalah ODHA yang bisa dikatakan sehat. Enggak keliatan deh klo mereka terinfeksi penyakit berat. Mereka mengkonsumsi ARV secara teratur, mereka patuh dengan serangkaian tes yang harus dilakukan secara berkala. Saya aja klo lagi kena infeksi (tipus yang terus berulang karena saya bandel) yang mengharuskan saya minum obat setiap hari selama min seminggu aja, udah males setelah badan saya terasa enakan. Itu saya loh yang notabene tenaga kesehatan. Bayangkan mereka, orang awam yang harus mengkonsumsi obat lebih dari 1 butir seumur hidup mereka. Wow wow wow....

Kadang, sepulang dari ketemuan dengan mereka saya sering merenung. Tentang hidup, tentang rasa syukur dan perihal pendidikan pada anak. Saya bangga bisa mengenal orang-orang berani hidup seperti mereka. Orang-orang yang memperjuangkan hidupnya dngan luar biasa

Jauhi HIV, bukan ODHA nya !

STOP STIGMA

Love U all

0 Komentar