Aku kamu dan orangtua

Nis lagi melatih kemampuan mendengar. Dan medengarkan dengan hati (bukan cuma dg telinga) efek personal touch nya lbh terasa. Nis sedih. Td seorang sahabat perempuan cerita...

Belum lama dia diperkenalkan teman dekatnya ke orangtua nya. Teman dekatnya ini, seorang pria gagah, sarjana dan berasal dari keluarga berada. Oleh Mama nya, sahabat ku ditanyai perihal kesibukan sehari-hari, tempat tinggal, latar belakang pendidikan dan status. sahabatku menjawab semuanya dg jujur apa adanya. Kejujuran yang berakibat dia diusir dengan kasar oleh orangtua teman dekatnya. 

Mungkin, dimata orangtua itu. Sahabat ku tidak ada artinya. Perempuan tamatan SMP yang bekerja di sebuah LSM Drugs dan HIV/AIDS, janda beranak 3, tinggal dirumah orang tua dan ODHA. Dianggap tidak sepadan jika bersanding dg putranya. Wahai Ibu, kita sama-sama perempuan. Beruntunglah jodoh mu panjang hingga dapat membesar putra gagah dan terpelajar seperti ini. Tapi ketahuilah, tak ada seorang wanitapun yang memulai pernikahannya dg harapan menjanda suatu hati nanti, Bu. Semoga putri mu merasakan seperti yg sahabat saya rasakan...atau biar Ibu lebih bisa menghayati rasanya, semoga jodoh ibu tak lama lagi...lalu ibu jatuh cinta dan menerima stigma buruk dari orang yang ibu harap dengan sepenuh hati dapat merestui cinta itu. 

Andainyapun ditolak, tolaklah dengan manusiawi. Seperti Ibu dan anak gadis ibu ingin diperlakukan jika ada diposisi yang sama !

Sabar sahabat ku sayang...
Allah mematahkan hati mu saat ini, karena Allah sedang menjauhkan mu dari spesies laki-laki yg tidak tepat. Restu Allah ada pada restu orang tua sayang, jangan merengek agar dia menentang orangtua nya. Kamu terlalu mahal untuk itu. Ada ladang amal untuk siapapun pendamping mu kelak...

Peluk cium untuk mu dan ketiga buah hati . 
Met istirahat sayang 😊

0 Komentar