Aku Positif HIV

Kenapa...kalian mau kasi stigma negatif ke aku karena judul diatas ? Guys, please deh. Udah enggak jaman lagi menjauhi orang yang terinfekasi HIV. Waktunya sekarang mencegahnya dengan edukasi.


Jangan cuma bisa mengucilkan dan mencibir aja. Kamu udah VCT (konseling dan tes HIV)  ? Ih, enggak perlu ya. Gue orang baik-baik ! Men...jangan sombong. Tenaga kesehatan yang katanya berpendidikan tinggi dan bisa ngobatin orang aja bisa kena HIV karena paparan darah dan terkena  jarum suntik bekas pakai secara tidak sengaja. Konon katanya, para ratu dirumah tangga adalah korban yang paling potensial terkena penyakit satu ini. Konyolnya, itu terjadi tanpa mereka sadari.   Kok bisa ? Kan cuma berhubungan badan sama suami tercinta aja. Iya, istrinya. Siapa yang bisa jamin suaminya melakukan hal yang sama diluar sana ???

Sekarang orang yang mau nikah dan calon ibu disarankan melakukan pengecekan HIV loh. Terus apa gunanya ?


  • Tes HIV dilakukan untuk mendiagnosis mereka yang baru terinfeksi, untuk mengidentifikasi infeksi yang sebelumnya tidak dikenal, dan untuk meringankan pikiran orang-orang yang tidak terinfeksi.
  • Tes HIV harus menjadi bagian rutin dari praktek medis.
  • Sangat penting untuk melakukan tes hiv pada wanita hamil untuk mengurangi penularan HIV dari ibu ke bayi.
  • Tes HIV biasanya dilakukan dengan dua proses. Proses tes HIV pertama adalah untuk menguji antibodi dalam darah atau air liur. Jika tes HIV ini positif, tes HIV kedua disebut Western blot dilakukan untuk memastikan bahwa hasil tes HIV pertama adalah benar.
  • Jika hasil kedua tes HIV(antibodi dan Western blot) adalah positif, kemungkinan > 99% bahwa pasien terinfeksi HIV.
  • Tes HIV mungkin kehilangan beberapa infeksi, sehingga tes HIV menunjukkan hasil negatif palsu. Hal ini sering terjadi segera setelah infeksi ketika antibodi baru mulai terbentuk dan berada pada tingkat yang terlalu rendah untuk dideteksi (dalam ~ empat minggu infeksi). Jadi sangat disarankan untuk melakukan tes HIV secara berkala.
  • Ada tes HIV gratis di setiap negara. Jadi dimanapun anda berada, bukan alasan untuk tidak melakukan tes HIV, karena setiap negara memberikan tes HIV secara cuma - cuma, atau tes HIV gratis. 
  • Biasanya tes hiv dilakukan dengan jalan tes darah di puskesmas, rumah sakit, atau klinik.Tes HIV ini dilakukan dengan cara mengambil sample darah pasien. Darah pasien diambil menggunakan jarum suntik sekali pakai, jika tes HIV ini menunjukkan hasil yang positif, maka darah pasien akan diambil sekali lagi, tes HIV akan dilakukan lagi dengan metode tes HIV yang berbeda untuk mendapatkan hasil tes HIV yang lebih akurat

    Terus kalau ternyata positif gimana ? Terinfeksi HIV bukanlah vonis mati. AIDS dapat dicegah dengan pengobatan antiretroviral atau ARV. Pengobatan ARV menekan laju perkembangan virus HIV di dalam tubuh sehingga orang dengan infeksi HIV dapat kembali “sehat” atau ‘bebas gejala’. Namun virus HIV masih ada di dalam tubuhnya dan tetap bisa menularkan pada orang lain.

    Jangan sampe yaaaa, kamu ngata2in orang tapi ternyata situ positi. Jadi apa alasan untuk tidak melakukan tes HIV? 

    Komentar

    Postingan populer dari blog ini

    Pengalaman Kursus Matematika Kumon