Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018

(Cerpen) Biarkan mereka bicara, cinta kita satu...

Gambar
Dua dasawarsa lalu,  ada seorang mahasiswi indonesia yang tengah berjuang menimba ilmu dinegri hitler. Anak janda yang tidak kaya. Sebut saja,  namanya Pinang.

Pinang berangkat dengan beasiswa penuh pemerintah Jerman. Berbeda dengan teman-temannya,  yang hidup berlebihan dinegri orang karena memang orangtuanya mampu,  pinang menjalani hidupnya dg penuh rasa syukur. Acapkali,  pinang murung nemikirkan apa mama dan adik-adik ku sudah makan? Apa yang mereka makan disana? Apa adik-adik ku bisa melanjutkan sekolah?  Waktu itu indonesia dilanda krisis moneter. Setiap menyimak berita Asia,  enggak bisa tidur,  enggak enak makan. Pinang sadar sepenuhnya,  bahwa hal itu bisa menggangu konsentrasi belajarnya. Walau orang rumah selalu mengatakan hal-hal baik,  pinang tak sepenuhnya percaya. Dia melakukan sesuatu hal ekstrim. Dia mengirimkan sebagian besar uang beasiswanya kerumah. sekedar melenyapkan sedikit gundahnya.